Indonesia Yang Menyedihkan Karena Cengkraman Penjajah dan Kesialan Setelah Kemerdekaan Dalam Novel "Gadis Kretek"


Novel Gadis Kretek ini menggambarkan bagaimana keadaan masyarakat Indonesia pada saat dijajah oleh Belanda dan Jepang
Sinsopsis Novel Gadis Kretek

Novel Gadis Kretek bercerita tentang seorang tokoh yang bernama Idroes Moeria yang jatuh hati kepada gadis bernama Roemaisa. Ia adalah anak perempuan satu-satunya  dari seorang juru tulis di zaman Belanda. Keluarganya cukup terpandang secara intelektual dan finansial. Bapak Roemaisa mempunyai kriteria-kriteria yang cukup tinggi bagi calon pendamping putrinya. Sedangkan Idreos Moeria hanyalah pemuda biasa yang hanya bekerja sebagai buruh di pabrik klobot. Idroes Moeria adalah pria yang memiliki semangat yang tinggi untuk mendapatkan Roemaisa.

Pada saat kekuasaan  Jepang  di Indonesia, para pemilik industri  klobot mengalami kerugian yang sangat besar. Karena tembakau miliki mereka diambil oleh Jepang secara paksa. Alasannya digunakan sebagai modal perang. Para pemiliki industri tembakau  pun banyak yang mengalami kerugian, dan salah satunya adalah Pak Trisno. Ia mengumumkan bahwa dirinya telah gulung tikar dan tidak bisa membayar upah para buruh. Karena semua klobot yang sudah jadi diangkut oleh Jepang. Tidak hanya klobot, uang pun turut diambil oleh Jepang. Pak Trisno hanya memiliki sisa dua keranjang tembakau. Dirinya berniat untuk menjualnya dengan harga murah. Uang yang didapat  akan digunakan untuk membayar upah para buruh.

Setelah mendengar kabar tersebut, Idroes Moeria kembali ke rumah dan mengambil beberapa uang tabungannya untuk membeli dua keranjang tembakau Pak Trisno. Idroes bertekad ingin mengubah nasibnya dengan mencoba untuk membuat usaha klobot meskipun masih sederhana. Selain memberikan uang , ia juga meminta Pak Trisno mengajarinya baca dan tulis. Hal itu bertujuan agar dirinya dapat direstui oleh orang tua  Roemaisa dan bisa  menikahinya.

Sudah satu bulan Idreoes Moeria belajar membaca dan menulis dengan bantuan Pak Trisno. Kemampuan membaca dan menulis  jauh lebih baik daripada sebelumnya. Kemudian usaha klobotnya pun perlahan sudah laris di pasaran, meskipun masih tergolong sederhana. Hingga pada suatu hari, Idreos  memberanikan diri pergi ke rumah Roemaisa untuk meminangnya . Karena Idreos merasa sudah memenuhi  syarat yang diberikan oleh Juru Tulis  kepada laki-laki yang akan meminang putrinya. Pinangan Idreos Moeria akhirnya diterima oleh Roemaisa dan keluarga dan tidak lama kemudian mereka menikah. Setelah menikah  usaha klobot Idroes Moeria terus maju dan berkembang.

Unsur- Unsur Pembangun Cerita Novel Gadis Kretek

Pada novel Gadis Kretek menggunakan alur campuran, tetapi alur mundur menjadi  yang paling dominan. Alur mundur pada novel   menggunakan latar pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, hingga pada masa Kemerdekaan Indonesia dan Pemberontakan PKI tahun 1965.  Cerita pada novel Gadis Kretek dimulai ketika masa kependudukan Belanda sudah akan berakhir dan akan mulai kependudukan Jepang di Indonesia. Keadaan sosial pada masa Belanda jauh dari kata baik. Hal tersebut ditampilkan dengan keadaan tokoh bernama Idroes Moeria, seperti ketika dia sudah remaja tetapi belum bisa membaca dan menulis. Kemudian sebagian besar masyarakat hanya bekerja sebagai buruh-buruh pabrik. Hal tersebut menunjukkan bahwa kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di zaman penjajahan Belanda tidak benar-benar baik.

Tidak lama kemudian datang Jepang. Masyarakat  Indonesia mengharapkan kehidupan yang lebih baik dengan kedatangan Jepang. Karena terdapat beberapa ramalan bahwa Indonesia akan dimerdekakan oleh saudaranya dari  kaum berkulit kuning. Tetapi pada kenyataannya, kehidupan masyarakat  di masa Jepang berkuasa semakin terpuruk. Tokoh Idreos Moeria mengungkapkan bahwa indutsri klobot banyak yang mengalami kebangkrutan sehingga  banyak buruh yang kehilangan pekerjaanya. Penyebabnya adalah klobot-klobot yang siap untuk diperjual belikan di pasar  diambil secara paksa oleh Jepang. Alhasil mereka sama sekali tidak ada pemasukan. Untuk membayar buruh pun tidak bisa apalagi mempertahankan pabrik. Selain itu, beberapa tenaga pengajar atau guru yang bekerja di Sekolah Rakyat dipaksa untuk bekerja dengan Jepang. Sehingga beberapa sekolah tutup karena tidak ada guru yang mengajar. Semua yang dilakukan oleh bangsa kepada masyarakat Indonesia bersifat pemaksaan dan membuat rakyat semakin menderita.

Novel Gadis Kretek ini menggambarkan bagaimana keadaan masyarakat Indonesia pada saat dijajah oleh Belanda dan Jepang
Novel Gadis Kretek ini menggambarkan bagaimana keadaan masyarakat Indonesia pada saat dijajah oleh Belanda dan Jepang. Keadaan yang selalu mencekam dan tegang selalu ada setiap harinya. Para rakyat dipaksa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang mereka perintahkan. Para penjajah tidak pernah memberikan upah yang layak bagi rakyat yang telah bekerja keras memenuhi perintah mereka. Hak-hak rakyat mereka rampas dengan seenaknya tanpa  adanya  peri kemanusiaan. Hal itu mereka lakukan hanya untuk memenuhi kepentingan dan keuntungan  mereka saja. Sedangkan rakyat tidak akan pernah mendapatkan apa-apa.    

Setelah tiga setengah tahun Jepang menduduki Indonesia dan membuat huru hara di beberapa daerah, akhirnya mereka pun pergi. Mereka pergi setelah mengalami kekalahan dari Amerika  dengan ditandai  adanya pengeboman  dua kota besar di Jepang. Semua rakyat merasa senang dengan mendengar berita tersebut  melalui radio. Akhirnya penderitaan yang mereka rasakan selama ini perlahan berkurang. Harapan akan kebebasan akhirnya bisa terwujud. Tidak lama dari peristiwa pengeboman tersebut, Indonesia akhirnya di proklamasikan. Pembicaraan tentang kalahnya Jepang dan proklamasi kemerdekaan terus menjadi pembicaraan masyarakat saat. Tidak hanya itu, pembicaraan tentang orang-orang yang menjadi tahanan Jepang pun juga menjadi salah satu topik utama. Beberapa anggota keluarga harap-harap cemas apakah keluarganya kembali atau sudah mati di penjara. Tokoh  Idroes Moeria adalah salah satu orang yang ditahan oleh Jepang dan selamat sehingga dapat kembali ke rumah.

Setelah 20 tahun sejak Indonesia di proklamasikan, terdapat peristiwa yang sangat besar di Indonesia di Indonesia. Peristiwa tersebut adalah pemberontakan PKI tahun 1965. Akibatnya orang-orang yang terlibat oleh PKI ditangkap dan diintrogasi. Peristiwa tersebut digambarkan sangat jelas pada novel Gadis Kretek. Karena tokoh utama Idreos Moeria pun sangat terdampak. Hal itu bisa terjadi karena ulah calon manantunya yang menerima modal dari PKI. Modal tersebut digunakannya untuk keperluan usaha kretek calon menantunya yaitu Soeraja. Calon menatunya menjadi salah satu buronan para aparat karena terlibat dengan PKI. Tidak hanya calon menantunya tetapi Idreos Moeria dan anaknya Jeng Yah  pun ikut ditangkap dan diintrogasi oleh aparat. Karena mereka memiliki hubungan dengan Soeraja. Meskipun kemudian mereka dibebasakan, tetapi mereka juga terkena dampak buruk akibat peristiwa tersebut. Tidak hanya karena faktor psikologi tetapi juga karena salah satu produk kreteknya dilarang untuk dipasarkan dan diproduksi lagi. Alasannya karena bungkusnya yang berwarna merah yang sangat identik dengan PKI. Mereka mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar. Keluarga Idroes Moeria sangat sakit hati dan terpukul karena usaha yang telah dibangun sejak lama harus mengalami kebangkrutan akibat peristiwa tersebut.

Suasana Indonesia setelah pemberontakan PKI itu terjadi sangat menegangkan. Semua orang yang terlibat dengan PKI ditangkap. Para aparat tentara memeriksa rumah satu persatu mencari para buronan yang telah mereka incar. Mereka melakukan pendobrakan rumah secara paksa dan menyakiti fisik siapa saja yang terlibat dengan para buronan. Tidak hanya ditangkap mereka yang tertangkap juga ada yang dibunuh dan kemudian dibuang di sungai. Karena peristiwa tersebut banyak masyarakat yang merasa ketakutan. Keadaan tersebut digambarkan secara jelas melalui sudut pandang seorang yang bernama Soeraja atau calon meantu Idreos Moeria  yang termasuk salah satu buronan tentara.

Para tokoh yang terdapat pada novel Gadis Kretek  ini termasuk kelompok masyarakat biasa. Sebagain besar dari mereka adalah kaum yang terdampak akibat  dari peristiwa yang terjadi. Mereka perlu  berjuang untuk dapat hidup dengan layak di masa-masa saat itu. Mereka menunjukkan bagaimana perjuangan hidup pada masa susah seperti pada  masa penjajahan Belanda dan Jepang. Novel Gadis Kretek  ini menggambarkan bagaimana keadaan Indonesia saat masih dikuasai penjajah. Masyarakat tidak pernah merasa aman dan selalu berada di bawah tekanan dan pemaksaan. Hak-hak kebebasan mereka dirampas oleh para penguasa. Sebagai masyarakat biasa mereka tidak bisa melakukan penolakan dan hanya bisa melaksanakannya.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Gadis Kretek

Kelebihan pada novel ini adalah penyajian cerita yang beragam. Terdapat bermacam-macam pendapat dari para tokoh. Meskipun jalan cerita masih memiliki satu fokus dominan yaitu tentang kehidupan seorang bernama Jeng Yah. Bahasa yang mudah dipahami untuk pembaca menjadi nilai lebih dari novel ini. Karena meskipun terdapat unsur kritik terhadap kejadian masa lalu, tetapi hal itu  tidak begitu menonjol dan masih fokus pada inti cerita. Kemudian kekurangan novel Gadis Kretek ini adalah pada beberapa plot cerita terlalu acak dan kurangnya keterangan. Sehingga pembaca harus benar-benar teliti agar tidak mengalami kebingungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar