Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi-Puisi Terkenal Karya Penyair Legendaris Saprdi Djoko Damono

Berikut adalah beberapa puisi karya Sapardi Djoko Damono yang terkenal:

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


Hujan Bulan Juni

Tiba-tiba rindu datang menghampiri dalam diam aku meratap sendiri dingin malam menyapa jiwa yang sepi menyisakan sejuta kenangan lalu pergi hujan lebat turun membasahi bumi seperti air mata yang tak pernah terbendung hanya air mata ini tak meredakan rindu tak henti-hentinya membasahi kalbu

Perahu Kertas

Kita pernah merajut mimpi-mimpi pada malam yang dingin menatap bintang yang berserakan menyusuri alam tak berujung hingga pagi datang menyapa mengusir semua rahasia dan tanya dan kini hanya aku sendiri menyusuri lorong-lorong hati dalam perahu kertas yang tak pernah tenggelam


Sajak Laki-Laki

Laki-laki adalah matahari yang memberi sinar dan kehangatan laki-laki adalah bintang yang memberi cahaya di malam hari laki-laki adalah laut yang menyejukkan dan menenangkan tapi laki-laki juga bisa menjadi badai yang merusak dan menghancurkan


Itulah beberapa puisi karya Sapardi Djoko Damono yang terkenal. Puisi-puisinya sering mengusung tema cinta, kehidupan, dan alam. Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono juga dikenal memiliki gaya yang sederhana, namun sangat bermakna dan dapat memukau pembaca.

7 Puisi Terkenal Karya WS Rendra

Berikut ini merupakan puisi-puisi terkenal karya penyair populer Indonesia WS Rendra.

 Aku 

Aku ingin mencium bumi dan mencium langit merangkul semua bintang dalam satu kali genggaman aku ingin berbicara dengan ombak dan memahami isyarat angin


Orang-Orang Buta

Orang-orang buta, tidak pernah melihat matahari, mereka meraba-raba jalan hidup, dalam kegelapan hati.


Manusia

Manusia adalah makhluk kecil yang merasa besar, hanya karena bisa berpikir.


Siapa Yang Merubah Bumi

Siapa yang merubah bumi ini menjadi neraka Siapa yang mengubah air bening menjadi beracun Siapa yang membuat daun-daun berguguran Siapa yang membuat anak kecil menangis Dan siapa yang akan bertanggung jawab?


Aku Ingin

Aku ingin membuka jendela dunia memandang leluasa dan luas tanpa batas yang menghalangi pandangan aku ingin melihat burung-burung berterbangan dan dedaunan berguguran


Dongeng

Sejarah manusia penuh dengan dongeng Seperti dongeng yang kubaca saat kecil Tentang seekor burung unta yang bercakap-cakap Dengan seekor gajah tua di tepi sungai


Sajak Sebatang Lisong

Lisong terus menerus melambai, tiada henti mengusir segala penjajah, ditindas, disiksa, dilecehkan, dihina, Lisong tetap semangat, tak pernah mundur.


Puisi Tentang Bersabar

Bersabarlah  

Bersabar, sabarlah wahai jiwa Dalam setiap ujian dan cobaan yang datang Karena di balik semua itu Ada hikmah dan pembelajaran yang tersembunyi

Bersabar, sabarlah wahai hati Dalam menghadapi segala rintangan dan tantangan Karena di dalam kesabaranmu itu Terletak kekuatan yang tiada terkalahkan

Bersabar, sabarlah wahai insan Dalam menunggu waktu yang tepat dan jalan yang terbaik Karena di dalam kesabaranmu itu Terukir rencana indah dari Sang Pencipta

Bersabarlah, dan janganlah putus asa Karena setiap ujian pasti ada jalan keluarnya Dan setiap cobaan pasti ada hikmahnya Jika sabar dan berserah diri pada Yang Maha Kuasa

Maka jadikanlah kesabaranmu sebagai pelita Yang menerangi jalan hidupmu yang penuh liku Dan jangan pernah lelah untuk bersabar Karena kesabaran adalah kunci keberhasilanmu di dunia dan akhirat.

Puisi Tentang Kenangan Masa Lalu

Masa Lalu Tanpa Pernah Mati di Hati

Masa lalu, kini telah berlalu

Namun kenangan itu takkan pernah mati Begitu dalam pikiran terukir abadi Bagaikan bayangan yang selalu menyertai

Dulu kita bersama, tertawa dan bermain Menyimpan mimpi dan harapan di hati Namun waktu berlalu, kini kita tak lagi sama Bertumbuh dan berubah menjadi diri yang berbeda

Namun meski kini jarak memisahkan Kenangan itu tetap di hati terpatri Bagai sebuah lukisan yang takkan pernah pudar Mengenang masa lalu yang pernah kita jalani

Dan meski kadang rasa rindu menyergap Teruslah melangkah, jangan berhenti meraih mimpi Karena masa depan masih menanti Untuk kita raih, dan jadikan kenyataan di hari nanti.

Puisi Tentang Pemilu 2024

Pesta Rakyat 2024

 Suara-suara berderai, di tiap sudut negeri

Suara-suara rakyat, yang ingin berbicara Mereka menanti, pesta demokrasi Pemilu 2024, tiba saatnya

Masing-masing calon, bersiap menantang Bertarung untuk rakyat, untuk masa depan negeri Mereka janji perubahan, janji keadilan Tapi rakyat bijak, tak terbuai janji-janji manis

Rakyat akan pilih, yang terbaik dan terpercaya Mereka tak akan tertipu, oleh ucapan manis belaka Mereka ingin pilihan, yang benar-benar tepat Untuk memimpin negeri, menjadi lebih maju dan sejahtera

Pemilu 2024, adalah panggung demokrasi Mari kita jaga, keberlangsungan kebebasan dan demokrasi Mari kita pilih, dengan hati yang bening Untuk negeri tercinta, demi masa depan yang lebih baik

Suara-suara rakyat, akan menjadi penentu Siapa yang akan memimpin, negeri tercinta ini Kita bersama, membangun negeri Melalui pemilu 2024, dengan harapan dan keyakinan.

Puisi tentang Reformasi

Terbitnya Reformasi

Reformasi datang, tiba di negeri kita

Setelah lama terpenjara dalam kegelapan Rakyat bersatu, menggugat kekuasaan Mereka tuntut hak, kembali pada rakyat

Ratusan ribu suara, bersatu dan berkumandang Mereka tuntut perubahan, di negeri yang tercinta Banyak darah tercurah, untuk mencapai cita-cita Tapi mereka terus maju, tak kenal takut dan ragu

Masa reformasi, saat harapan kembali Tak lagi terhimpit, oleh ketakutan dan kebencian Bersama kita jaga, kebebasan dan demokrasi Untuk negeri kita, untuk masa depan bangsa

Mari kita bergandengan, jangan saling benci Kita bangun negeri, dengan semangat reformasi Bersama kita lawan, korupsi dan ketidakadilan Kita berjuang, demi kehidupan yang lebih baik.

Tentang Rentetan Rasa Kehilangan


DERAI AIR MATA DI BULAN JULI

 

Pada bulan Juli itu…

Tidak disangka derai air mata bergantian mengalir

Di rumah- rumah pinggiran jalan ramai itu

Kesedihan datang dengan berturut

 

Hai si Bulan Juli yang Kuharap menjadi bulan bahagia

Justru memberikan rasa sedih yang bertubi

Peristiwa singkat yang terus berulang di dalam ingatan

Kesakitan hati dan fisik  yang menjadi problematika

Dan kemudian garis takdir Yang Maha Kuasa

Memberikan  jawaban atas akhir peristiwa singkat itu

 

Hingga di akhir si Bulan Juli

Ternyata warna gelap masih tetap  mendominasi

Suara kesedihan yang sudah berangsur  reda

ternyata harus menghujani kembali

Tetap masih berada di rumah pinggiran jalan itu

Kehilangan datang lagi meski dengan cerita yang berbeda

 

Lantunan doa kepada Yang Maha Kuasa

Terus mengalir tanpa hentinya

Untuk kami disini 

dan mereka  yang telah pergi

 

Yogyakarta, 1 Agustus 2021