Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Sinopsis dan Review Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang



Judul                : Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Sutradara        : Angga Dwimas Sasongko

Tahun  Rilis     : 2023

Produksi          : Visinema

Sinopsis Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang bercerita tentang kehidupan Aurora yang merantau ke London untuk melanjutkan studinya. Perginya Aurora bukan tanpa alasan, ia ingin melarikan diri dari keluarganya yang sangat membuatnya tidak nyaman. Ia selalu merasa terasingkan saat bereda di tengah keluarganya sendiri. Hidup sendiri di London bukanlah suatu hal yang mudah. Masalah demi masalah pun harus ia hadapi sendiri.

Puncaknya yaitu ketika Aurora tidak bisa dihubungi oleh keluarganya selama dua bulan dan membuat seluruh anggota keluarganya pun khawatir. Akhirnya Angkasa dan Awan pun menyusul ke London untuk memastikan keadaan Aurora. Dan apa yang di khawatirkan oleh keluarganya pun benar bahwa Aurora sedang tidak baik-baik saja. Saat Angkasa dan Awan datang, Aurora sedang menghadapi masalah yang cukup besar. Saat itu, ia sedang berusaha bangkit dan menyelesaikan berbagai masalah yang sedang meinmpanya.

Review Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang merupakan sekuel dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Film ini disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, yang juga mensutradarai film pertama. Film ini menceritakan tentang kehidupan Aurora (Sheila Dara) yang sedang melanjutkan studinya di London. Sejak film pertama, tokoh Aurora memang banyak menarik perhatian. Karakternya yang pendiam dan tidak pernah terbuka dengan keluarganya, memunculkan tanda tanya besar di benak para penonton.

Fokus cerita dalam film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang yaitu kehidupan tokoh Aurora si anak tengah yang merasa selalu terabaikan. Film ini menunjukkan bagaimana karakter dan pemikiran Aurora yang tidak terlihat di film yang pertama. Dalam film ini, sutradara ingin menunjukkan bagaimana seorang Aurora dapat bertahan dalam berbagai masalah yang pelik. Masalah utama yang harus ia hadapi yaitu toxic relationship bersama dengan kekasihnya yaitu Jem. Hal tersebut sangat mempengaruhi eleman-elemen kehidupannya, salah satunya studi yang seharusnya sudah akan berakhir.

Kemudian, masalah semakin rumit dengan datangnya Angkasa dan Awan. Masalah yang perlahan dapat terselesaikan dengan baik, namun karena kehadiran mereka justru masalah-masalah tersebut menjadi rumit kembali. Hal tersebut membuat Aurora merasa tidak nyaman. Pada bagian-bagian tersebut, penonton mulai diajak memahami pemikiran seorang Aurora. Kita diajak memahami karakter setiap individu yang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyelesaikan masalah. Hal tersebut terlihat pada cara Aurora menyelesaikan masalah berbeda dengan Angkasa.

Alur yang digunakan dalam film ini menggunakan alur campuran, sehingga membuat penonton merasa lebih intimate dalam memahami karakter Aurora. Namun, alur campuran ini juga dapat membuat salah paham dengan Aurora. Terdapat adegan dimana Aurora menceritakan kondisinya saat ini kepada kedua saudaranya, namun dalam adegan ini Angga Dwimas Sasongko sengaja membuat kamera menampilkan ke arah lain dan membuat suara Aurora redam tak terdengar, hal ini membuat penonton menerka-nerka pembicaraan mereka, dan menilai Aurora egois karena tidak memberikan kabar kepada keluarganya di Jakarta.

Jalan cerita yang tidak teratur, membuat satu per satu pertanyaan penonton terjawab seiring berjalannya waktu. Kita baru bisa mengerti bagaimana kondisi satu persatu tokoh setelah perjalanan panjang yang rumit itu. Kemudian terdapat beberapa tokoh tambahan seperti Jem ( Ganindra Bimo) yang berperan sebagai pacar Aurora, Kit (Jerome Kurniawan) dan Honey (Lutesha)  berperan sebagai sahabat Aurora. Selain itu, latar kota London yang digambarkan oleh Angga Dwimas Sasongko berbeda dengan pada film pada biasanya. Penggambaran kota London pada film ini bukan fokus pada keindahan kota yang sering digunakan sebagai destinasi wisata, namun benar-benar menggambarkan kota London yang memiliki kehidupan yang keras.

Pada film ini, penonton diajak memahami apa arti kata pulang yang sesungguhnya. Jika dilihat dari sudut pandang Aurora, rumah bukan berarti tempat untuk pulang. Perjalanannya di London membuka pikirannya bahwa saat dirinya berada di sana ia merasa sudah pulang, karena Aurora merasa lebih diterima dan lebih nyaman pada saat berada di sekitar sahaba-sahabatnya dibandingkan harus kembali kepada keluarganya.  Hal tersebut sangat relate dengan orang-orang yang sedang merantau dan masih sering bertanya-tanya apa makna kata pulang sesungguhnya.  

Trailer Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang

 


Sinopsis dan Review Film Generasi 90an: Melankolia

Sinopsis dan Review Film Generasi 90an: Melankolia
 

Judul                     : Generasi 90an: Melankolia

Tahun                    : 2020

Sutradara               : M.Irfan Ramli

Produser                : Angga Dwimas Sasongko

Produksi                : Visinema

Sinopsis Film Generasi 90an: Melankolia

Film ini menceritakan tentang sebuah keluarga harmonis. Mereka selalu menjalani hari-hari dengan menyenangkan.  Anggota keluarga yang lengkap dan dilengkapi sahabat-sahabat yang baik.  Tokoh utama pada film ini bernama Abby diperankan oleh Ari Ilham. Ia memiliki keluarga yang lengkap yaitu Ayah (Gunawan), ibu (Marcella Zalianty), kakak bernama Indah (Aghniny Haque), dan sahabat Indah yang sudah dianggap seperti keluarga bernama Sephia (Taskya Namya). Keluarga ini merupakan gambaran sebuah keluarga yang sangat diidam-idamkan banyak orang. Banyak orang bilang, tokoh Abby merupakan orang sangat beruntung karena diberkati dengan keluarga yang sempurna.

Suatu hari, Indah (kakak Abby) memberi tahu bahwa kepada keluarganya akan mengikuti sebuah program volunter kemanusian yang ditugaskan di benua Asia-Afrika. Abby sempat menentang keputusan Indah tersebut, namun dengan berat hati tetap menerimanya. Hingga suatu hari, Indah berangkat ke Singapura untuk melakukan wawancara. Namun, petaka tiba-tiba datang. Abby dan orang tuanya pun sangat terkejut dengan peristiwa tersebut. Mereka merasa kebingungan dengan peristiwa buruk yang tiba-tiba menimpa. Alhasil keterpurukan dan kesedihan yang mereka rasakan terus berlarut-larut dalam waktu yang lama. 

Review Film Generasi 90an: Melankolia

Film ini merupakan adaptasi dari buku dangan judul Geberasi 90-an karya Marchella F.P. Film ini tayang di bioskop pada tahun 2020. Penayang sempat tertunda akibat pandemi Covid 19.

Mendengar judul filmnya saja, kita sudah bisa membayangkan bahwa film ini memiliki tema yang berkaitan dengan tahun 90-an. Film ini cukup kental dengan esensi-esensi tahun 90-an. Meskipun cerita yang diangkat berlatar tahun 2019. Esensi-esensi tersebut sangat terasa pada tone-tone warna setting yang digunakan dalam film. Selain pada tone warna setting, esensi-esensi tersebut muncul pada barang-barang yang terdapat di rumah keluarga Abby yang sangat kental dengan tahun 90-an seperti di kamar Abby terdapat poster Kurt Cobain serta poster album Green Day, Dookie. Kemudian, fashion yang digunakan para tokoh-tokoh pun masih memiliki ciri khas yang mengacu pada fashion tahun 90-an.

Cerita film diawali dengan monolog tokoh utama yaitu Abby yang menceritakan latar belakang keluarganya yang semuanya berkaitan dengan tahun 90 dan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat itu. Pada mulanya, ia bercerita tentang tahun kelahirannya yang menjadi penutup esensi tahun 90, namun pada saat ia lahir bertepatan dengan peristiwa bersejarah bagi Indonesia yaitu…. Setelah itu, ia bercerita tentang tahun pernikahan kedua orang tuanya, yang bertepatan dengan peristiwa hari ditemukannya jasad Kurt Cobain pada tahun 90. Kemudian hari kelahiran Indah (kakak Abby) yang bertepatan dengan hari kecelakaan Nike Ardila pada tahun 1998.

Pada 20 menit pertama berjalannya film masih menggambarkan keharmonisan keluarga ini. Keharmonisan tersebut digambarkan pada setiap kegiatan-kegiatan yang monoton namun menyenangkan seperti makan bersama, berlibur di pantai, dan merayakan hari ulang tahun anggota keluarga dengan sederhana namun penuh kehangatan. Hingga menit 20 berakhir, baru muncullah peristiwa yang menyedihkan yang terus berlarut. Suasana kesedihan dan kehilangan terus berlanjut hingga akhir cerita.

Kelebihan yang terdapat pada film ini yaitu penggambaran dan nuansa tahun 90 an sangatlah terasa. Hal itu menjadi sebuah keberhasilan karena terdapat kesesuaian antara judul dengan apa yang ditampilkan. Suasana-suasana yang dibangun membawa penonton bernostalgia dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di tahun 90-an. Meskipun latar 90 an hanya menjadi sebuah pemanis dan fokus cerita mengacu pada rasa sedih yang mendalam karena kehilangan Indah.

Kekurangan yang terdapat pada film ini yaitu suasana sedih yang terlalu berlarut-larut tanpa adanya pendekatan-pendekatan relegius yang bisa membantu menenangkan batin keluarga Abby dan mengikhlaskan kepergian Indah. Keikhlasan atas kepergian Indah hanya karena waktu terus berjalan tanpa adanya alasan-alasan lain. Alhasil, sulit untuk mengambil pesan yang terkandung dalam cerita film ini. Akhir yang singkat dan klise dengan tidak dipertemukannya titik yang memberi alasan untuk mengikhlaskan kepergian Indah. 

Trailer Film Generasi 90an: Melankolia



Perjalanan Hidup Ulama' Besar KH. Hasyim Asy'ari Pendiri Nahdlatul Ulama (NU): Resensi dan Sinopsis Film Sang Kyai

Resensi dan sinopsis film Sang Kyai

"Sang Kyai" adalah sebuah film drama sejarah Indonesia yang dirilis pada tahun 2013. Film ini disutradarai oleh Rako Prijanto dan dibintangi oleh Ikranagara, Reza Rahadian, dan Christine Hakim. Film ini mengangkat kisah perjuangan KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Sinopsis Film Sang Kyai

Film "Sang Kyai" mengisahkan perjalanan hidup KH. Hasyim Asy'ari (diperankan oleh Ikranagara) yang berasal dari keluarga yang taat beragama. Ia tumbuh dalam suasana yang penuh keberagaman agama di Jawa Timur. Hasyim memiliki semangat untuk memajukan Islam dan melawan penjajah Belanda.

Setelah menimba ilmu agama di Mekkah, Hasyim kembali ke Indonesia dan mendirikan pesantren di Jombang. Ia menerapkan pendekatan yang moderat dan inklusif dalam pengajaran agama, yang akhirnya menarik banyak pengikut. Hasyim juga terlibat dalam gerakan kemerdekaan dan berjuang untuk kebebasan bangsa.

Namun, perjuangan Hasyim tidaklah mudah. Ia harus menghadapi berbagai rintangan, termasuk penindasan dari pemerintah kolonial Belanda. Di tengah situasi yang sulit, Hasyim terus berjuang untuk memperjuangkan hak-hak umat Islam dan mendorong persatuan dan keadilan di antara umat beragama.

Resensi Film Sang Kyai

"Sang Kyai" adalah film yang mengangkat kisah perjuangan KH. Hasyim Asy'ari, tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah Islam di Indonesia. Film ini menggambarkan perjuangan seorang pemimpin agama yang gigih dalam memajukan agama dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Film ini berhasil menyajikan gambaran yang cukup akurat tentang kehidupan dan perjuangan KH. Hasyim Asy'ari. Pemeran utama, Ikranagara, berhasil menghidupkan karakter Hasyim dengan penuh keberanian, kebijaksanaan, dan semangat yang kuat. Selain itu, penampilan Reza Rahadian sebagai Bung Tomo, seorang pejuang kemerdekaan yang bekerja sama dengan Hasyim, juga menambah dinamika dalam cerita.

Melalui "Sang Kyai," penonton dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah Islam di Indonesia, perjuangan kemerdekaan, serta peran penting yang dimainkan oleh tokoh-tokoh seperti KH. Hasyim Asy'ari. Film ini memberikan pesan persatuan, toleransi, dan pentingnya mempertahankan nilai-nilai keadilan dalam membangun bangsa.

Secara keseluruhan, "Sang Kyai" adalah sebuah film yang menggugah dan menginspirasi. Film ini berhasil menyoroti peran penting KH. Hasyim Asy'ari dalam sejarah Indonesia, serta mengingatkan kita akan nilai-nilai agama, persatuan, dan perjuangan untuk kebebas

Trailer Film Sang Kyai




Rekomendasi Film-Film Bertemakan Sejarah Indonesia

Berdirinya bangsa ini tidak lepas dengan sejarah dan latar belakangnya. Meskipun sejarah telah terjadi di masa lalu, namun tetap saja kehidupan masa sekarang sangat memerlukan pengetahuan tentang sejarah. Sejarah atau kehidupan masa lalu menjadi sebuah pelajaran berharga untuk kehidupan masa sekarang. Pengenalan sejarah atau latar belakang bangsa biasanya disampaikan melalui pelajaran yang ada di sekolah. Mata pelajaran sejarah menjadi mata pelajaran yang bersifat wajib, sehingga semua siswa dari jenjang sekolah dasar hingga menengah pasti akan mendapatkannya. Adanya mata pelajaran di sekolah bertujuan untuk meningkatkan rasa patriotisme dan nasionalisme siswa terhadap bangsa Indonesia. 

Namun, pengenalan sejarah melalui mata pelajaran masih memiliki kekurangan. Hal-hal yang disampaikan hanya sebagian kecil dan masih kurang lengkap. Oleh karena itu, perlu dilakukan metode dan media tambahan untuk mengenalkan sejarah bangsa Indonesia selain melalui mata pelajaran. Salah satunya yaitu menggunakan media film. Film sejarah digunakan sebagai media untuk menvisualisasikan sejarah. Oleh karena itu, audiens juga bisa merasakan suasana yang terjadi. Tidak hanya sekedar dalam bayangan saja seperti ketika membaca buku. 

Beberapa rekomendasi film Indonesia yang memiliki tema tentang sejarah Indonesia yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang bangsa Indonesia.

1. Soekarno (2013)

Film Indonesia yang memiliki tema tentang sejarah Indonesia.

Film ini menceritakan tentang perjuangan Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

2. Gie (2005)

film Indonesia yang memiliki tema tentang sejarah Indonesia

Film ini mengisahkan kehidupan aktivis mahasiswa bernama Soe Hok Gie yang turut memperjuangkan hak-hak rakyat pada era Orde Baru.

3. Kartini (2017)

film Indonesia yang memiliki tema tentang sejarah Indonesia.

Film ini mengisahkan tentang sosok tokoh perempuan Indonesia yang terkenal dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, yaitu Raden Ajeng Kartini.

4. Merah Putih (2009)

film Indonesia yang memiliki tema tentang sejarah Indonesia

Film ini mengangkat kisah heroik para pejuang Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajah Jepang pada masa Perang Dunia II.

5. Sang Pencerah (2010)

film Indonesia yang memiliki tema tentang sejarah Indonesia

Film ini mengisahkan kehidupan seorang ulama bernama KH Ahmad Dahlan yang turut memperjuangkan modernisasi Islam di Indonesia.

6. Sultan Agung (2018)

film Indonesia yang memiliki tema tentang sejarah Indonesia

Film ini mengangkat kisah perjuangan Sultan Agung dalam melawan penjajah Belanda di Jawa pada abad ke-17.

7. Sang Kyai (2013)

film Indonesia yang memiliki tema tentang sejarah Indonesia

Film ini mengangkat kisah perjuangan KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, dalam mempertahankan Indonesia dari penjajahan Jepang dan agresi Belanda.

Semoga daftar film-film ini bisa membantu dan memberikan pandangan yang lebih luas tentang sejarah Indonesia.

        

Rekomendasi Film-Film Horor Terbaik Indonesia

Genre film horor merupakan salah satu genre favorit para pecinta film Indonesia. Adegan-adegan yang tidak biasa dan ketegangan yang diciptakan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya. Sensasi ketegangan merupakan hal yang sangat dicari-cari bagi para pencintanya. 

Berikut beberapa rekomendasi film-film horor Indonesia yang bisa dinikmati untuk mengisi waktu liburan;

1. Pengabdi Setan (2017)

Film-Film Indonesia Bergenre Horor

Film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga yang diganggu oleh kehadiran arwah ibu mereka yang telah meninggal. Film ini sukses menjadi salah satu film horor Indonesia terbaik dengan cerita yang menegangkan dan atmosfir yang mencekam. 

2. Satu Suro (2019)

Film-Film Indonesia Bergenre Horor

Film ini mengisahkan tentang kepercayaan bahwa malam Satu Suro adalah malam ketika arwah orang meninggal kembali ke dunia. Film ini menyajikan atmosfir yang menakutkan dengan latar belakang kampung dan cerita yang cukup menarik.

3. Perempuan Tanah Jahanam (2019)

Film-Film Bergenre Horor Indonesia

Film ini mengikuti kisah seorang perempuan yang mencoba mencari tahu asal-usul dirinya dengan kembali ke desa kelahirannya. Film ini menampilkan cerita yang menegangkan dan penuh dengan misteri.

4. Danur (2017)

Film-Film Indonesia Bergenre Horor

Film ini diangkat dari novel karya Risa Saraswati yang mengisahkan tentang seorang gadis kecil yang bisa melihat arwah. Film ini menampilkan atmosfir yang menyeramkan dan kisah yang cukup menarik.

5.Sebelum Iblis Menjemput (2018)

Film-Film Indonesia Bergenre Horor

Film ini mengisahkan tentang sekelompok orang yang terjebak di dalam rumah mewah milik ayah mereka dan terancam oleh kekuatan gaib. Film ini menampilkan adegan yang cukup menyeramkan dengan atmosfir yang cukup mencekam.

6. Kuntilanak (2018)

Film-Film Indonesia Bergenre Horor

Film ini mengisahkan tentang seorang mahasiswa yang menginap di sebuah rumah tua dan diganggu oleh kehadiran kuntilanak. Film ini menampilkan adegan yang cukup menegangkan dan efek suara yang membuat bulu kuduk merinding.

7. Ruqyah: The Exorcism (2017)

Film-Film Indonesia Bergenre Horor

Film ini mengikuti kisah seorang ustad yang mencoba mengusir jin yang mengganggu seorang perempuan. Film ini menampilkan atmosfir yang cukup mencekam dan adegan yang cukup menyeramkan.

Itulah beberapa rekomendasi film horor Indonesia yang bisa anda tonton. Namun, ingatlah untuk selalu memperhatikan batasan usia dan kapasitas mental anda saat menonton film horor.


Arti Pentingnya Sebuah Keluarga Dalam Film Susah Sinyal

Sinopsis dan Resensi Film Susah Sinyal

Sinopsis Film Susah Sinyal

"Susah Sinyal" adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2017, disutradarai oleh Ernest Prakasa dan dibintangi oleh Adinia Wirasti, Ernest Prakasa, dan Refal Hady. Film ini mengisahkan tentang seorang ibu bernama Ellen (Adinia Wirasti) yang sibuk dengan pekerjaannya dan kurang memberikan perhatian kepada putrinya yang masih kecil, Kiara (Aurora Ribero).

Sinopsis "Susah Sinyal" bermula ketika Ellen berusaha menjaga karirnya di televisi, sedangkan suaminya yang bekerja di luar kota jarang pulang. Hal ini membuat Ellen kesulitan membagi waktunya antara pekerjaannya dan keluarganya. Suatu hari, ketika Ellen harus terbang ke luar negeri untuk sebuah acara televisi, ia lupa untuk mematikan ponselnya yang menyebabkan Kiara terus menerima panggilan telepon yang mengganggu. Setelah itu, ponsel Ellen hilang dan membuat Kiara kesulitan mencari ibunya yang tidak memberikan kabar selama beberapa hari.

Sementara itu, Ellen bertemu dengan seorang pria bernama Andi ( Refal Hady) di pesawat yang membantunya mencari ponselnya yang hilang. Selama perjalanan, Ellen dan Andi semakin dekat dan Ellen mulai menyadari betapa pentingnya keluarga dan waktu bersama anaknya. Namun, ketika Ellen kembali ke Indonesia, ia harus menghadapi kenyataan bahwa Kiara merasa diabaikan dan kesulitan memaafkan ibunya.

Resensi Film Susah Sinyal

Resensi "Susah Sinyal" adalah film yang menyentuh dan menyampaikan pesan penting tentang pentingnya waktu bersama keluarga. Akting Adinia Wirasti dan Aurora Ribero dalam film ini sangat memukau dan berhasil menampilkan kedalaman hubungan antara seorang ibu dan putrinya.

Ernest Prakasa juga berhasil menampilkan sisi lain dari kepribadiannya dalam peran Andi yang lucu dan penuh semangat. Skenario film ini juga sangat baik dan berhasil menunjukkan kesulitan seorang ibu yang berjuang menjaga karirnya dan keluarganya.
Namun, beberapa adegan dalam film ini terasa terlalu lambat dan terlalu banyak klise. Beberapa karakter juga terasa tidak cukup dikembangkan. Meskipun demikian, "Susah Sinyal" tetap menjadi film yang sangat direkomendasikan untuk ditonton, khususnya bagi mereka yang ingin mengenal lebih jauh tentang kesulitan yang dihadapi seorang ibu dalam membagi waktu antara pekerjaan dan keluarganya.

Trailer Film Susah Sinyal



Kompleksitas Cinta Dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Resensi dan sinopsis Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Sinopsis Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

"Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" adalah film drama romantis Indonesia yang diadaptasi dari novel terkenal karya HAMKA. Film ini disutradarai oleh Sunil Soraya dan dibintangi oleh Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahadian. Film ini dirilis pada tahun 2013 dan menjadi salah satu film Indonesia terlaris pada tahun itu.

Sinopsis "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" mengisahkan tentang seorang pemuda Minang bernama Zainuddin (diperankan oleh Herjunot Ali) yang jatuh cinta kepada seorang gadis cantik bernama Hayati (diperankan oleh Pevita Pearce). Mereka bertemu saat Hayati datang ke desa Zainuddin untuk mengunjungi keluarganya. Meskipun berasal dari keluarga yang berbeda, Zainuddin dan Hayati merasakan tarikan yang kuat satu sama lain.

Namun, cinta mereka dihalangi oleh perbedaan agama dan status sosial. Zainuddin berasal dari keluarga miskin dan beragama Islam, sedangkan Hayati berasal dari keluarga kaya dan beragama Kristen. Keduanya bertekad untuk tetap bersama, tetapi cinta mereka diuji oleh keadaan yang sulit dan akhirnya mengalami tragis saat Kapal Van Der Wijck yang membawa Hayati tenggelam di perairan Sumatera Barat.

Resensi Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Resensi "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" adalah film yang sangat indah dan mengharukan. Film ini menggambarkan dengan baik kompleksitas dan kerumitan cinta antara dua orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Film ini juga berhasil menangkap keindahan budaya Minangkabau dan menampilkan pemandangan alam yang spektakuler.

Pemeran dalam film ini juga memberikan penampilan yang sangat baik. Herjunot Ali memainkan karakter Zainuddin dengan sangat baik, memperlihatkan perasaan cinta, kesedihan, dan keputusasaannya dengan sangat emosional. Pevita Pearce juga memberikan penampilan yang sangat baik sebagai Hayati, seorang wanita yang tegar dan berani, meskipun harus menghadapi kesulitan dan cobaan yang berat.

Namun, film ini juga memiliki kelemahan dalam beberapa aspek. Beberapa adegan terasa terlalu terburu-buru, terutama di bagian awal film. Selain itu, film ini terkadang terlalu menggunakan klise dan stereotip dalam menggambarkan perbedaan agama dan status sosial.

Secara keseluruhan, "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" adalah film yang layak ditonton bagi para penggemar drama romantis. Meskipun memiliki kelemahan, film ini berhasil menangkap kompleksitas cinta dan kesulitan yang dihadapi oleh Zainuddin dan Hayati, serta menampilkan keindahan budaya Minangkabau. Film ini juga berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia untuk membaca novel terkenal karya HAMKA.

Trailer Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck




Sinopsis dan Resensi Singkat Film Folosofi Kopi (2015)

Sinopsis dan Resensi Singkat Film Folosofi Kopi


Sinopsis Film Filosofi Kopi

"Filosofi Kopi" adalah film drama Indonesia yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Dewi 'Dee' Lestari. Film ini disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan diproduksi oleh Visinema Pictures. Film ini mengisahkan tentang persahabatan antara dua pemilik kedai kopi, Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto), serta perjalanan mereka dalam menemukan arti dan filosofi di balik secangkir kopi.

Ben adalah seorang ahli roasting kopi yang jenius, sementara Jody adalah seorang penikmat kopi yang selalu mencari makna dan filosofi di balik setiap secangkir kopi yang ia nikmati. Kedua sahabat ini memutuskan untuk membuka kedai kopi mereka sendiri, yang bernama Filosofi Kopi. Di kedai mereka, Ben dan Jody melayani pelanggan mereka dengan kopi yang istimewa dan cerita-cerita yang menarik.

Namun, perjalanan Filosofi Kopi tidak selalu mulus. Mereka harus menghadapi berbagai rintangan, termasuk persaingan bisnis yang ketat dan juga masalah pribadi yang harus mereka hadapi sendiri.

Resensi Film Filosofi Kopi

"Filosofi Kopi" adalah film yang menyentuh dan mendalam, dengan menyajikan kisah persahabatan yang penuh makna dan filosofi di balik secangkir kopi. Film ini berhasil menggabungkan unsur-unsur drama, romansa, dan filosofi dengan sangat baik, sehingga menghasilkan sebuah cerita yang unik dan menyentuh hati.

Pengambilan gambar yang indah dan musik yang menyenangkan turut menambahkan kesan artistik pada film ini. Chicco Jerikho dan Rio Dewanto juga berhasil membawakan peran mereka dengan sangat baik, sehingga membuat penonton betah menonton film ini dari awal hingga akhir.

Dalam film ini, kita juga dapat belajar banyak tentang kopi dan bagaimana setiap orang bisa menemukan makna dan filosofi di balik secangkir kopi yang mereka nikmati. Film ini memberikan pesan bahwa hidup bukan hanya tentang mencari nafkah dan mengejar kekayaan, tetapi juga tentang menemukan arti dan tujuan dari setiap langkah yang kita ambil. Bagi para pecinta kopi dan para penikmat film yang ingin menonton sebuah kisah yang unik dan inspiratif, "Filosofi Kopi" adalah film yang sangat direkomendasikan.

Trailer Film Filosofi Kopi




Rekomendasi Film-Film Keluarga Indonesia: Sangat Family Friendly

Kegiatan favorit saat sedang tiba hari libur adalah menonton film. Apalagi jika dilakukan bersama seluruh anggota keluarga, pasti akan menciptkan rasa harmonis. Tidak hanya sebagai sebuah hiburan, namun film juga memiliki pesan-pesan yang tersirat di dalamnya. Asalkan bisa memilih film yang ditonton dan dipastikan cocok untuk semua anggota keluarga. 

Berikut ini rekomendasi film-film Indonesia yang cocok sekali ditonton oleh seluruh anggota keluarga; 

1. Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal (2019)

Rekomendasi Film-Film Keluarga Indonesia: Sangat Family  Friendly

Film ini mengikuti petualangan Upin dan Ipin, dua kakak beradik yang mencari keris legendaris yang hilang. Film ini penuh dengan aksi, humor, dan nilai-nilai positif.

2. Keluarga Cemara (2018)

Rekomendasi Film-Film Keluarga Indonesia: Sangat Family  Friendly

Film ini mengadaptasi serial televisi yang populer di Indonesia. Film ini mengikuti kisah keluarga Cemara yang harus menghadapi banyak tantangan dalam hidup mereka. Film ini penuh dengan nilai-nilai positif dan mengajarkan tentang pentingnya keluarga.

3. Si Juki The Movie (2017)

Rekomendasi Film-Film Keluarga Indonesia: Sangat Family  Friendly

Film ini mengadaptasi karakter komik Si Juki, seorang anak muda yang penuh dengan imajinasi. Film ini lucu, segar, dan penuh dengan petualangan.

4. Petualangan Sherina (2000)

Rekomendasi Film-Film Keluarga Indonesia: Sangat Family  Friendly

Film ini mengikuti petualangan sekelompok anak-anak yang mencoba menyelamatkan sebuah hutan. Film ini memiliki soundtrack yang bagus dan mengajarkan tentang keberanian dan persahabatan.

5. Laskar Pelangi (2008)

Rekomendasi Film-Film Keluarga Indonesia: Sangat Family  Friendly

Film ini mengadaptasi novel populer yang mengikuti kisah sekelompok anak-anak di sebuah desa kecil di Belitung. Film ini mengajarkan tentang persahabatan, cita-cita, dan kesetiaan.

Itulah beberapa rekomendasi film- film Indonesia yang bisa Anda tonton bersama keluarga. Semoga daftar ini membantu dan menghibur Anda

Sinopsis dan Resensi Singkat Film Cek Toko Sebelah (2016)

Sinopsis dan Resensi Singkat Film Cek Toko Sebelah (2016)


Sinopsis Film Cek Toko Seebelah (2016)

"Cek Toko Sebelah" adalah sebuah film komedi-drama Indonesia yang dirilis pada tahun 2016 dan disutradarai oleh Ernest Prakasa. Film ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Erwin (Ernest Prakasa) yang tiba-tiba harus mengambil alih toko warisan ayahnya yang menjual alat musik di sebuah pusat perbelanjaan.

Erwin, yang sebenarnya bercita-cita menjadi seorang penulis, merasa kesulitan untuk mengelola toko tersebut dan sering kali dianggap sebagai orang yang bodoh oleh kakaknya, Yohan (Dion Wiyoko) yang bekerja sebagai manajer sebuah perusahaan. Konflik semakin terjadi ketika toko tetangga, "Mall Keliling", mulai merusak bisnis mereka dan mencoba merebut pelanggan toko alat musik ayahnya.

Di tengah kebingungan dan tekanan tersebut, Erwin bertemu dengan seorang pelanggan bernama Anya (Adinia Wirasti) yang bekerja sebagai produser televisi. Erwin pun menawarkan diri untuk membantu Anya dalam membuat sebuah program televisi tentang dunia musik, dengan harapan bisa mempromosikan toko alat musik milik ayahnya.

Resensi Film Cek Toko Sebelah

Secara keseluruhan, "Cek Toko Sebelah" adalah sebuah film yang sangat menghibur dengan kisah yang ringan dan penuh kejutan. Film ini berhasil menyuguhkan humor yang khas Indonesia dengan dialog yang cerdas dan penuh referensi kebudayaan pop. Selain itu, film ini juga memiliki pesan moral yang kuat tentang pentingnya memperjuangkan mimpi dan membangun hubungan yang baik dengan keluarga.

Pemeran-pemerannya, seperti Ernest Prakasa, Adinia Wirasti, Dion Wiyoko, dan Chew Kin Wah, berhasil membawakan karakter-karakter mereka dengan baik dan menambah nilai plus bagi film ini. Selain itu, soundtrack-nya juga cukup menyenangkan dan mendukung alur cerita.

Secara keseluruhan, "Cek Toko Sebelah" adalah sebuah film yang sangat cocok untuk tontonan keluarga dengan humor yang cerdas, kisah yang inspiratif, dan pesan moral yang kuat. Film ini menjadi salah satu film Indonesia terbaik pada tahun 2016 dan sukses meraih banyak penghargaan serta menjadi salah satu film terlaris pada tahun tersebut.

Kesuksesan film ini membuat sutradara dan tim produksi tidak berhenti berkarya dengan satu film saja. Cerita film Cek Toko Sebelah dikembangkan menjadi sebuah series yang ditayangkan pada platform online. Hingga ternyata, seriesnya pun disambut dengan sangat baik dan memiliki banyak penikmat, maka tim produksi tidak hanya membut satu season saja, namun dikembangkan menjadi dua season. Tidak hanya seriesnya saja yang menjadi dua season, namun filmnya pun dibuat menjadi dua season. Film kedua Cek Toko Sebelah tayang pada Desember 2022 lalu.

Trailer Film dan Series Cek Toko Sebelah 1&2

Trailer film Cek Toko Sebelah #1

Trailer Series Cek Toko Sebelah 

Trailer Film Cek Toko Sebelah #2