Judul : Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang
Sutradara :
Angga Dwimas Sasongko
Tahun Rilis : 2023
Produksi :
Visinema
Sinopsis Film
Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang
Film Jalan
Yang Jauh Jangan Lupa Pulang bercerita tentang kehidupan Aurora yang
merantau ke London untuk melanjutkan studinya. Perginya Aurora bukan tanpa
alasan, ia ingin melarikan diri dari keluarganya yang sangat membuatnya tidak
nyaman. Ia selalu merasa terasingkan saat bereda di tengah keluarganya sendiri.
Hidup sendiri di London bukanlah suatu hal yang mudah. Masalah demi masalah pun
harus ia hadapi sendiri.
Puncaknya yaitu ketika Aurora tidak bisa
dihubungi oleh keluarganya selama dua bulan dan membuat seluruh anggota keluarganya
pun khawatir. Akhirnya Angkasa dan Awan pun menyusul ke London untuk memastikan
keadaan Aurora. Dan apa yang di khawatirkan oleh keluarganya pun benar bahwa
Aurora sedang tidak baik-baik saja. Saat Angkasa dan Awan datang, Aurora sedang
menghadapi masalah yang cukup besar. Saat itu, ia sedang berusaha bangkit dan
menyelesaikan berbagai masalah yang sedang meinmpanya.
Review Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang
Film Jalan
Yang Jauh Jangan Lupa Pulang merupakan sekuel dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Film
ini disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, yang juga mensutradarai film
pertama. Film ini menceritakan tentang kehidupan Aurora (Sheila Dara) yang
sedang melanjutkan studinya di London. Sejak film pertama, tokoh Aurora memang
banyak menarik perhatian. Karakternya yang pendiam dan tidak pernah terbuka
dengan keluarganya, memunculkan tanda tanya besar di benak para penonton.
Fokus cerita dalam film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang yaitu kehidupan tokoh Aurora si
anak tengah yang merasa selalu terabaikan. Film ini menunjukkan bagaimana
karakter dan pemikiran Aurora yang tidak terlihat di film yang pertama. Dalam
film ini, sutradara ingin menunjukkan bagaimana seorang Aurora dapat bertahan
dalam berbagai masalah yang pelik. Masalah utama yang harus ia hadapi yaitu toxic relationship bersama dengan kekasihnya
yaitu Jem. Hal tersebut sangat mempengaruhi eleman-elemen kehidupannya,
salah satunya studi yang seharusnya sudah akan berakhir.
Kemudian, masalah semakin rumit dengan
datangnya Angkasa dan Awan. Masalah yang perlahan dapat terselesaikan dengan
baik, namun karena kehadiran mereka justru masalah-masalah tersebut menjadi
rumit kembali. Hal tersebut membuat Aurora merasa tidak nyaman. Pada
bagian-bagian tersebut, penonton mulai diajak memahami pemikiran seorang
Aurora. Kita diajak memahami karakter setiap individu yang memiliki cara yang
berbeda-beda dalam menyelesaikan masalah. Hal tersebut terlihat pada cara
Aurora menyelesaikan masalah berbeda dengan Angkasa.
Alur yang
digunakan dalam film ini menggunakan alur campuran, sehingga membuat penonton
merasa lebih intimate dalam memahami karakter Aurora. Namun, alur campuran ini
juga dapat membuat salah paham dengan Aurora. Terdapat adegan dimana Aurora
menceritakan kondisinya saat ini kepada kedua saudaranya, namun dalam adegan
ini Angga Dwimas Sasongko sengaja membuat kamera menampilkan ke arah lain dan
membuat suara Aurora redam tak terdengar, hal ini membuat penonton menerka-nerka
pembicaraan mereka, dan menilai Aurora egois karena tidak memberikan kabar
kepada keluarganya di Jakarta.
Jalan
cerita yang tidak teratur, membuat satu per satu pertanyaan penonton terjawab
seiring berjalannya waktu. Kita baru bisa mengerti bagaimana kondisi satu
persatu tokoh setelah perjalanan panjang yang rumit itu. Kemudian terdapat
beberapa tokoh tambahan seperti Jem ( Ganindra Bimo) yang berperan sebagai
pacar Aurora, Kit (Jerome Kurniawan) dan Honey (Lutesha) berperan sebagai sahabat Aurora. Selain itu, latar
kota London yang digambarkan oleh Angga Dwimas Sasongko berbeda dengan pada
film pada biasanya. Penggambaran kota London pada film ini bukan fokus pada
keindahan kota yang sering digunakan sebagai destinasi wisata, namun
benar-benar menggambarkan kota London yang memiliki kehidupan yang keras.
Pada film ini, penonton
diajak memahami apa arti kata pulang yang sesungguhnya. Jika dilihat dari sudut
pandang Aurora, rumah bukan berarti tempat untuk pulang. Perjalanannya di
London membuka pikirannya bahwa saat dirinya berada di sana ia merasa sudah
pulang, karena Aurora merasa lebih diterima dan lebih nyaman pada saat berada
di sekitar sahaba-sahabatnya dibandingkan harus kembali kepada keluarganya. Hal tersebut sangat relate dengan orang-orang
yang sedang merantau dan masih sering bertanya-tanya apa makna kata pulang
sesungguhnya.




.jpg)


.jpg)




.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)




.jpg)
%20%23AMDb.jpg)
.jpg)
.jpg)