Judul :
Generasi 90an: Melankolia
Tahun :
2020
Sutradara :
M.Irfan Ramli
Produser :
Angga Dwimas Sasongko
Produksi :
Visinema
Sinopsis Film Generasi 90an: Melankolia
Film ini
menceritakan tentang sebuah keluarga harmonis. Mereka selalu menjalani hari-hari
dengan menyenangkan. Anggota keluarga
yang lengkap dan dilengkapi sahabat-sahabat yang baik. Tokoh utama pada film ini bernama Abby
diperankan oleh Ari Ilham. Ia memiliki keluarga yang lengkap yaitu Ayah
(Gunawan), ibu (Marcella Zalianty), kakak bernama Indah (Aghniny Haque), dan
sahabat Indah yang sudah dianggap seperti keluarga bernama Sephia (Taskya
Namya). Keluarga ini merupakan gambaran sebuah keluarga yang sangat
diidam-idamkan banyak orang. Banyak orang bilang, tokoh Abby merupakan orang sangat
beruntung karena diberkati dengan keluarga yang sempurna.
Suatu hari,
Indah (kakak Abby) memberi tahu bahwa kepada keluarganya akan mengikuti sebuah
program volunter kemanusian yang ditugaskan di benua Asia-Afrika. Abby sempat
menentang keputusan Indah tersebut, namun dengan berat hati tetap menerimanya.
Hingga suatu hari, Indah berangkat ke Singapura untuk melakukan wawancara.
Namun, petaka tiba-tiba datang. Abby dan orang tuanya pun sangat terkejut
dengan peristiwa tersebut. Mereka merasa kebingungan dengan peristiwa buruk
yang tiba-tiba menimpa. Alhasil keterpurukan dan kesedihan yang mereka rasakan
terus berlarut-larut dalam waktu yang lama.
Review Film Generasi 90an: Melankolia
Film ini
merupakan adaptasi dari buku dangan judul Geberasi
90-an karya Marchella F.P. Film ini tayang di bioskop pada tahun 2020.
Penayang sempat tertunda akibat pandemi Covid 19.
Mendengar judul
filmnya saja, kita sudah bisa membayangkan bahwa film ini memiliki tema yang
berkaitan dengan tahun 90-an. Film ini cukup kental dengan esensi-esensi tahun
90-an. Meskipun cerita yang diangkat berlatar tahun 2019. Esensi-esensi
tersebut sangat terasa pada tone-tone warna setting yang digunakan dalam film.
Selain pada tone warna setting, esensi-esensi tersebut muncul pada barang-barang
yang terdapat di rumah keluarga Abby yang sangat kental dengan tahun 90-an
seperti di kamar Abby terdapat poster Kurt Cobain serta poster album Green Day, Dookie.
Kemudian, fashion yang digunakan para tokoh-tokoh pun masih memiliki ciri khas
yang mengacu pada fashion tahun 90-an.
Cerita film
diawali dengan monolog tokoh utama yaitu Abby yang menceritakan latar belakang
keluarganya yang semuanya berkaitan dengan tahun 90 dan peristiwa-peristiwa
yang terjadi pada saat itu. Pada mulanya, ia bercerita tentang tahun
kelahirannya yang menjadi penutup esensi tahun 90, namun pada saat ia lahir
bertepatan dengan peristiwa bersejarah bagi Indonesia yaitu…. Setelah itu, ia
bercerita tentang tahun pernikahan kedua orang tuanya, yang bertepatan dengan peristiwa hari
ditemukannya jasad Kurt Cobain pada tahun 90. Kemudian hari kelahiran Indah
(kakak Abby) yang bertepatan dengan hari kecelakaan Nike Ardila pada tahun
1998.
Pada 20 menit
pertama berjalannya film masih menggambarkan keharmonisan keluarga ini. Keharmonisan
tersebut digambarkan pada setiap kegiatan-kegiatan yang monoton namun
menyenangkan seperti makan bersama, berlibur di pantai, dan merayakan hari
ulang tahun anggota keluarga dengan sederhana namun penuh kehangatan. Hingga
menit 20 berakhir, baru muncullah peristiwa yang menyedihkan yang terus
berlarut. Suasana kesedihan dan kehilangan terus berlanjut hingga akhir cerita.
Kelebihan yang
terdapat pada film ini yaitu penggambaran dan nuansa tahun 90 an sangatlah
terasa. Hal itu menjadi sebuah keberhasilan karena terdapat kesesuaian antara
judul dengan apa yang ditampilkan. Suasana-suasana yang dibangun membawa
penonton bernostalgia dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di tahun 90-an. Meskipun
latar 90 an hanya menjadi sebuah pemanis dan fokus cerita mengacu pada rasa
sedih yang mendalam karena kehilangan Indah.
Kekurangan yang
terdapat pada film ini yaitu suasana sedih yang terlalu berlarut-larut tanpa
adanya pendekatan-pendekatan relegius yang bisa membantu menenangkan batin
keluarga Abby dan mengikhlaskan kepergian Indah. Keikhlasan atas kepergian
Indah hanya karena waktu terus berjalan tanpa adanya alasan-alasan lain.
Alhasil, sulit untuk mengambil pesan yang terkandung dalam cerita film ini.
Akhir yang singkat dan klise dengan tidak dipertemukannya titik yang memberi
alasan untuk mengikhlaskan kepergian Indah.
Trailer Film Generasi 90an: Melankolia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar