A. Latar Belakang
Artikel ini mengulas kajian mengenai intertekstual dalam novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra dengan novel Hujan karya Tere Liye karena ditemukan adanya persamaan atau kemiripan. Adanya kemiripan alur dan tema pada kedua novel membuat keduanya diprediksi memiliki hubungan intertekstualitas. Berdasarkan perihal yang melatarbelakangi terjadinya kajian intertekstual, peneliti menyakini bahwa kajian intertekstual bisa digunakan sebagai salah satu alternatif bahan ajar pada siswa tentang menulis karya sastra. Pada artikel ini diharapkan kajian atau penelitian intertekstualitas bisa membantu guru dalam memberikan arahan kepada siswa mengenai proses menulis. Siswa bisa melakukan pengamatan terhadap karya sastra milik orang lain dengan membaca untuk menemukan ide menulis dan menjadikannya sebuah karya.
B. Rumusan Masalah
Pada novel Senja, Hujan, dan Cerita karya Boy Candra dan novel Hujan Karya Tere Liye ini mengangkat rumusan masalah berupa keterkaitan tema dan latar antara kedua novel tersebut.
C. Landasan Teori
Pada jurnal penelitian ini menggunakan beberapa
landasan teori yang dikemukakan beberapa ahli seperti Julia Kristeva yang
mengembangkan pemikiran dari Michael Bakhtian, kemudian Teeuw, dan Riffaterre.
Teori – teori yang mereka kemukakan menjelaskan alasan munculnya teori
intektualitas dan menjelaskan
adanya hubungan teks satu dengang teks
lain.
D. Metode Penelitian
Berdasarkan kedua rumusan masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode berupa dekskriptif kualitatif yang menganalisis kalimat yang mengekspresikan adanya unsur intrinsik dan hubungan intertekstualitas antara novel Senja, Hujan, dan Cerita dan novel Hujan. Sedangkan metode yang dilakukan yaitu pengelompokan, pengkodean, pengklasifiksi, penginterpretasian, dan pendeskripsian data. Dan kesensitifan data diuji dengan validitas semantik.
E. Hasil Pembahasan
Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesamaan tema dan alur antara novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai
karya Boy Candra dengan novel Hujan
karya Tere Liye. Dasar kesamaan tema dan alur ini didukung oleh kesamaan
peristiwa-peristiwa dalam cerita yang menunjukkan hubungan intertekstualitas
antara kedua novel. Sebagai karya yang terbit lebih dahulu, novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai adalah
hipogram dan novel Hujan sebagai
transformasi. Pada tema dan alur
Hasil analisis pertama mengenai tema, dimana kedua novel memiliki keterkaitan yang erat. Keduanya menjadikan ‘hujan’ sebagai simbol yang mengingatkan tokoh utama terhadap hal-hal yang berarti dalam hidupnya. Novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai menceritakan tokoh aku (tokoh utama) yang berusaha melupakan sahabat perempuan yang dicintainya. Tokoh aku memiliki kenangan indah bersama ‘hujan’, tetapi di akhir waktu kenangan-kenangan tersebut menjadi hal yang menyakitkan dan ingin ia lupakan. Novel Hujan menceritakan seorang tokoh perempuan yang hidup pada tahun 2050, dimana kejadian-kejadian indah dan buruk dalam hidup tokoh tersebut terjadi ketika ‘hujan’. Diperoleh bahwa kedua novel sama-sama dibangun dari tiga tema minor dan satu tema mayor. Tema minor pertama menggambarkan ‘hujan’ sebagai kenangan buruk bagi tokoh, kedua menggambarkan ‘hujan’ sebagai kenangan indah, ketiga menggambarkan kedua tokoh dalam novel berusaha melupakan kenangannya. Sedangkan tema mayor dalam kedua novel adalah tentang cinta dan melupakan. Sedikit perbedannya terletak pada novel Hujan yang banyak dibumbui persoalan keluarga dan persahabatan.
Hasil
analisis kedua mengenai alur, dimana kedua novel sama-sama menggunakan alur
campuran. Diperoleh bahwa dalam novel Senja,
Hujan, dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra dan novel Hujan karya Tere Liye sama-sama terdapat
tujuh tahapan alur cerita. Tahap pertama yaitu perkenalan tokoh, kedua
permasalahan mulai muncul, ketiga munculnya konflik, keempat konflik mulai
memuncak, kelima puncak konflik, keenam penyelesaian konflik, dan terakhir
tahap penyelesaian. Tahapan-tahapan tersebut menunjukkan alur cerita
berdasarkan kriteria waktu. Sedangkan alur cerita berdasarkan kriteria isi,
kedua novel termasuk plot peruntungan karena seluruh isi cerita berdasarkan
nasib dan peruntungan tokoh utama.
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar