Buku
merupakan salah satu benda yang sangat penting dalam kehidupan. Berbagai hal
dapat ditemukan di dalam sebuah buku. Kehidupan manusia yang sangat beragam dan
setiap individu memiliki kisah hidup yang berbeda-berbeda. Artinya tidak semua individu mengalami fenomena
kehidupan yang sama. Untuk mengenal dan mengetahui berbagai macam bentuk
kehidupan maka penting bagi setiap individu untuk membaca buku.
Salah satu genre buku yang
memiliki daya tarik yang tinggi adalah buku fiksi. Buku fiksi berisikan cerita
khayalan yang berasal dari penulis. Cerita yang terdapat dalam buku fiksi
merupakan hasil kreatifitas pengarang. Hingga pada masa sekarang ini buku fiksi
masih menjadi andalan bagi para pembaca pemula dalam meningkatkatkan
ketertarikannya dalam membaca buku. Faktor yang menjadikan buku fiksi sebuah
andalan adalah penggunaan bahasa dan isi buku fiksi berupa cerita yang diangkat dari kehidupan nyata sehingga
tidaklah sulit untuk dipahami.
Berikut ini akan diuraikan
beberapa manfaat membaca buku fiksi.
Menambah Wawasan dan Pengetahuan Tentang Realitas Kehidupan
Memunculkan Ide-Ide Baru
Mempertajam Pemikiran
Memunculkan Kepekaan Terhadap Fenomena-Fenomena Sosial di Sekitar
Latar cerita yang digunakan dalam
sebuah cerita fiksi menyangkut berbagai hal tentang fenomena sosial. Berbagai
peristiwa sosial yang terjadi di masyarakat disampaikan penulis dalam bentuk
cerita. Alhasil seorang pembaca memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang
peristiwa sosial yang terjadi tanpa perlu merasakannya. Pengetahuan dan wawasan
yang luas dan beragam tersebut, menjadikan seorang pembaca fiksi memiliki
kepekaan sosial yang tinggi.
Memunculkan Sikap Bijaksana dan Wibawa yang Tinggi
Di balik sebuah cerita fiksi
memiliki pesan dan amanat yang sangat penting untuk ditelaah. Pesan dan amanat tersebut kemudian bisa
dijadikan dasar dalam berperilaku dan bersikap di kehidupan sehari-hari oleh
pembaca. Sikap yang diharapkan muncul dari pembaca adalah bijaksana dan wibawa.
Apabila seseorang sudah memiliki sikap bijaksana dan wibawa yang lebih maka ia
tidak akan sembarang dalam mengekspresikan suatu fenomena. Ia akan lebih
mempertimbangkan dan berfikir terhadap dampak yang akan ditimbulkan dari sikap
yang ditunjukkan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar