5 Manfaat Membaca Fiksi, Apa Saja itu?

Alasan membaca buku fiksi

Buku merupakan salah satu benda yang sangat penting dalam kehidupan. Berbagai hal dapat ditemukan di dalam sebuah buku. Kehidupan manusia yang sangat beragam dan setiap individu memiliki kisah hidup yang berbeda-berbeda.  Artinya tidak semua individu mengalami fenomena kehidupan yang sama. Untuk mengenal dan mengetahui berbagai macam bentuk kehidupan maka penting bagi setiap individu untuk membaca buku. 

Salah satu genre buku yang memiliki daya tarik yang tinggi adalah buku fiksi. Buku fiksi berisikan cerita khayalan yang berasal dari penulis. Cerita yang terdapat dalam buku fiksi merupakan hasil kreatifitas pengarang. Hingga pada masa sekarang ini buku fiksi masih menjadi andalan bagi para pembaca pemula dalam meningkatkatkan ketertarikannya dalam membaca buku. Faktor yang menjadikan buku fiksi sebuah andalan adalah penggunaan bahasa dan isi buku fiksi berupa cerita yang  diangkat dari kehidupan nyata sehingga tidaklah sulit untuk dipahami. 

Berikut ini akan diuraikan beberapa manfaat membaca buku fiksi.

Menambah Wawasan dan Pengetahuan Tentang Realitas Kehidupan 

Buku fiksi yang memiliki berbagai manfaat bagi pembaca. Dan manfaat tersebut sangat berguna dalam kehidupan sehari hari.

Fenomena kehidupan memiliki keberagaman dan setiap individu pasti memiliki kisah dan cerita yang berbeda-beda. Fiksi membantu pembaca mengenal berbagai kisah kehidupan yang beragam bentuk. Alasannya karena cerita fiksi berasal dari realitas dan kenyataan kisah kehidupan. Melalui kisah nyata tersebut kemudian diolah dengan kreativitas penulis, kemudian terciptalah cerita fiksi.  

Memunculkan Ide-Ide Baru 

Buku fiksi memiliki berbagai manfaat. Manfaat tersebut dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Membaca fiksi dengan seksama dan serius dapat memunculkan ide untuk membuat karya-karya baru. Untuk itu, bagi seseorang yang ingin menulis dan membuat sebuah karya, membaca buku fiksi menjadi senjata utama untuk memunculkan sebuah ide baru. Kegunaannya yaitu untuk memperkaya pemikiran sehingga dapat memunculkan ide-ide baru. Ide baru tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi sebuah karya baru dalam berbagai bentuk. Salah satu contohnya yaitu terjadinya ekranisasi sebuah novel ke film.   

Mempertajam Pemikiran 

Buku fiksi memiliki berbagai manfaat. Manfaat tersebut dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Melalui fiksi seorang pembaca dapat mengasah pemikiran mereka karena setiap penulis memiliki pemikiran yang berbeda-beda juga. Dalam cerita fiksi, penulis tidak hanya bercerita namun juga menyelipkan berbagai pendapat dan pemikiran mereka terhadap sutau peristiwa. Selain itu, penulis juga seringkali menyelipkan tentang ideologi yang mereka anut. Alhasil pembaca pun akan ikut menelaah dan berfikir tentang hal-hal yang disampaikan penulis dalam cerita fiksi. Hal tersebut menjadi alasan seorang pembaca fiksi memiliki pemikiran yang tajam.

Memunculkan Kepekaan Terhadap Fenomena-Fenomena Sosial di Sekitar

Buku fiksi memiliki berbagai manfaat. Manfaat tersebut dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Latar cerita yang digunakan dalam sebuah cerita fiksi menyangkut berbagai hal tentang fenomena sosial. Berbagai peristiwa sosial yang terjadi di masyarakat disampaikan penulis dalam bentuk cerita. Alhasil seorang pembaca memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang peristiwa sosial yang terjadi tanpa perlu merasakannya. Pengetahuan dan wawasan yang luas dan beragam tersebut, menjadikan seorang pembaca fiksi memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Memunculkan Sikap Bijaksana dan Wibawa yang Tinggi

Buku fiksi memiliki berbagai manfaat. Manfaat tersebut dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Di balik sebuah cerita fiksi memiliki pesan dan amanat yang sangat penting untuk ditelaah. Pesan dan amanat tersebut kemudian bisa dijadikan dasar dalam berperilaku dan bersikap di kehidupan sehari-hari oleh pembaca. Sikap yang diharapkan muncul dari pembaca adalah bijaksana dan wibawa. Apabila seseorang sudah memiliki sikap bijaksana dan wibawa yang lebih maka ia tidak akan sembarang dalam mengekspresikan suatu fenomena. Ia akan lebih mempertimbangkan dan berfikir terhadap dampak yang akan ditimbulkan dari sikap yang ditunjukkan.   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar