M.
Aan Mansyur merupakan seorang penulis yang mengawali karirnya melalui puisi.
Salah satu karyanya yang sangat
fenomenal adalah kumpulan puisi yang
berjudul Tidak Ada New York Hari Ini. Buku kumpulan puisi ini terjual hingga 100
ribu eksemplar dalam penjual satu bulan. Kumpulan puisi tersebut sangat
fenomenal di kalangan remaja dan para pemula, akibat dari suksesnya film Ada Apa Dengan Cinta 2. Puisi-puisi yang
dibacakan tokoh Rangga pada film tersebut merupakan karya dari Aan Mansyur.
Puisi yang dibacakan tokoh Rangga dalam film sebanyak empat. Kemudian, setelah
film ini tayang Aan Mansyur menambahkan menjadi 26 puisi yang terkumpul manjadi
satu buku kumpulan puisi.
M.
Aan Mansyur penulis yang berasal dari suku Bugis, Maksassar, Sulawesi Selatan.
Ia lahir pada tahun 1982. Ia dibesarkan dengan ibunya seorang diri karena sejak
kecil ayah sudah pergi meninggalkannya. Meskipun tumbuh besar hanya bersama
dengan ibunya, akan tetapi komunikasi di antara mereka cukuplah buruk. Aan
merasa tidak bisa berkomunikasi dengan baik terutama kepada ibunya. Cara Aan
berkomunikasi dengan ibunya yaitu dengan menuliskan pesan melalui kertas lalu
diletakkan di bawah bantal milik ibunya. Salah satu orang yang pertama kali
membaca puisi karyanya adalah ibu Aan melalui surat-surat yang dibacanya.
Sejak
Aan lahir dirinya sudah mengidap penyakit cacat jantung. Sehingga membuat Aan tidak
bisa hidup seperti laki-laki pada umumnya. Ia memiliki kondisi tubuh yang lemah
akibat dari penyakit jantungnya itu. Aan tidak bisa melakukan
pekerjaan-pekerjaan berat seperti yang biasanya dilakukan anak laki-laki. Hal
tersebut menjadi salah satu penyebab mengapa dirinya tidak dekat dengan sang
ibu. Ia merasa bersalah kepada sang ibu akibat dirinya yang lemah dan tidak
bisa membantu melakukan pekerjaan seperti adik laki-lakinya. Ia merasa tidak
berguna karena tidak bisa diandalkan. Perasaan bersalah tersebut terus tumbuh
hingga dirinya beranjak dewasa.
Aan
Mansyur memiliki kepribadian yang sangat tertutup. Ia tidak memiliki teman
bermain. Ia adalah seorang yang pendiam dan pemalu. Masa kecilnya hanya
dihabiskan dengan membaca buku di perpustakaan kecil milik kakeknya. Bagi Aan
buku adalah teman. Semasa sekolah, Aan hanya menyukai satu tempat yaitu
perpustakaan. Menurut Aan, sekolah yang baik adalah sekolah yang memiliki
perpustakaan yang nyaman untuk bersembunyi. Ia betumbuh dewasa bersama dengan
buku-bukunya. Tidak heran jika dirinya
selalu menjadi juara kelas setiap tahun. Melalui buku, Aan belajar tentang
berbagai hal yang ada di sekitarnya. Jika biasanya, setiap individu belajar tentang hal-hal sekitar melalui
interaksi sosial. Berbeda dengan Aan yang mengetahui tentang hal sekitarnya
melalui buku yang dibacanya.
Pertama kali Aan jatuh cinta dengan puisi ketika membaca buku berjudul Simfoni Dua, karya penyair Subagio
Sastrowardoyo. Saat itu, Aan masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Melalui puisi karya Subagio tersebut, Aan menyadari bahwa
terdapat hal-hal yang besar tetapi orang
akan menemukannya sendiri dengan cara sendiri-sendiri. Aan menggambarkannya
seperti benda kecil yang di dalamnya terdapat ruang-ruang rahasia. Setelah
mengenal dekat dengan puisi, kemudian terciptalah berbagai karya puisi dan
cerpen miliknya.
Bagi
Aan Mansyur puisi tidak hanya sekedar karya biasa tetapi juga menjadi media
untuknya berkomunikasi. Karya puisi lahir dari seorang Aan Mansyur dilatarbelakangi
dengan karakter diri yang pemalu, pendiam, dan tidak percaya diri saat bertemu
dengan banyak orang. Aan merupakan seseorang yang memiliki karakter yang
introvert. Salah satu alasan Aan memilih menjadi penulis adalah menghindari
berbicara di hadapan banyak orang. Menulis adalah salah satu kegiatan yang
sangat nyaman untuknya. Tidak hanya untuk mengungkapkan tentang kegelisahan
saja tetapi juga media untuk mengungkapkan terhadap seuatu yang ia inginkan.
Menurut
Wellek dan Warren (1990: 90 dalam Wiyatmi 2011 ) psikologi pengarang adalah
wilayah psikologi yang membahas aspek kejiwaan pengarang sebagai seorang
individu. Fokus kajiannya adalah aspek kejiwaan pengarang yang berhubungan
dengan proses lahir karya sastra. Keadaan psikologi seorang penulis sangat
berpengaruh terhadap karya yang diciptakannya, Hal tersebut menjadi salah satu
latar belakang mengapa karya tersebut tercipta.
Jika
dilihat melalui latar belakang seorang Aan Mansyur dan dipadukan dengan teori
psikologi pengarang maka dapat disimpulkan tentang beberapa hal. Psikologi Aan
Mansyur sangatlah mempengaruhi karya puisi yang diciptakannya. Aan Mansyur yang
memiliki karakter pendiam, pemalu, dan tidak percaya diri jika bertemu dengan
banyak orang, memanfaatkan karya sastra sebagai media berkomunikasi dan juga
berekspresi. Puisi menjadi media berkomunikasi secara tidak langsung dengan
orang lain oleh Aan Mansyur. Contohnya adalah ketika Aan Mansyur berkomunikasi
dengan ibunya sendiri yaitu sepucuk kertas yang berisikan rangkaian kata melalui tulisan. Aan Mansyur
merasa jauh lebih nyaman berkomunikasi melalui puisi. Ia merasa jauh lebih
bebas mengungkapkan perasaan, pesan, atau gagasan melalui puisi atau tulisan. Bagi
Aan Mansyur buku adalah teman dan puisi adalah media berkomunikasi.
Selain itu, puisi juga dimanfaatkan untuk
bereskpresi untuk Aan Mansyur. Ketidakpercayaan terhadap dirinya sendiri
menjadikan Aan Mansyur sulit untuk mengungkapkan berbagai hal. Kekurangan
akibat kelemahan dirinya, menjadikan Aan tidak percaya diri untuk mengekspresikan
perasaannya. Menciptakan puisi sama saja dengan bebas berekspresi untuknya.
Karena dengan hal tersebut, Aan bebas mengekspresikan perasaan apapun tanpa
khawatir tentang pandangan orang lain terhadap dirinya. Puisi juga bereperan
sebagai sumber pengetahuan baru untuk Aan Mansyur. Bagi Aan Mansyur puisi juga
menjadi media untuk mencari tahu berbagai hal. Menurutnya, menciptakan puisi
adalah cara untuk mengetahui tentang berbagai hal, bukan mengugkapkan hal-hal
yang sudah diketahui.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa karya sastra khususnya puisi tidak hanya
sebuah karya biasa bagi seorang pengarang. Bagi Aan Mansyur mengenal puisi
adalah sebuah anugerah untuk kehidupannya. Latar belakang kehidupan yang tidak
sepenuhnya sempurna membentuk kepribadiaannya berbeda dengan individu lainnya.
Kemudian, An Mansyur bertemu dengan puisi dan jatuh cinta kepadanya. Melalui
puisi, Aan Mansyur mendapatkan media untuk berkomunikasi, berekspresi, dan
mencari tentang berbagai hal. Puisi memiliki peran yang sangat penting yaitu
sebagai kebutuhan pokok untuk Aan berkomunikasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar