Tujuan Terciptanya Buku Biografi Tokoh-Tokoh Penting

 

Tujuan Terciptanya Buku Biografi Tokoh-Tokoh Penting

Fungsi dan tujuan sebuah disusunnya buku biografi tokoh sejarah adalah sebagai berikut:

1. Mempertahankan dan Mengabadikan Sejarah

Buku biografi tokoh sejarah berfungsi sebagai sarana untuk mempertahankan dan mengabadikan sejarah tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh signifikan dalam perjalanan suatu bangsa atau masyarakat. Buku ini memungkinkan informasi dan kisah hidup tokoh tersebut dilestarikan dan dapat diakses oleh generasi-generasi mendatang.

2. Memperkenalkan Tokoh Sejarah

Buku biografi menjadi alat yang efektif untuk memperkenalkan tokoh sejarah kepada pembaca. Buku tersebut memberikan informasi rinci tentang kehidupan, prestasi, peran, dan pengaruh yang dimiliki oleh tokoh tersebut. Dengan membaca buku biografi, pembaca dapat mengenal tokoh sejarah secara mendalam dan memahami kontribusi mereka dalam konteks sejarah yang lebih luas

3. Inspirasi dan Pembelajaran

Buku biografi tokoh sejarah seringkali mengisahkan perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan, keberanian, ketekunan, dan pencapaian yang menginspirasi. Membaca tentang perjalanan hidup tokoh-tokoh sejarah yang menghadapi hambatan dan berhasil mengatasi mereka dapat memberikan motivasi dan pembelajaran bagi pembaca. Mereka dapat mengambil pelajaran dari pengalaman hidup tokoh tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan mereka sendiri.

4. Memahami Konteks Sejarah

Buku biografi tokoh sejarah memberikan wawasan yang mendalam tentang konteks sejarah di mana tokoh tersebut hidup dan berperan. Buku ini seringkali menggambarkan peristiwa, kondisi sosial, politik, dan budaya yang mempengaruhi kehidupan tokoh tersebut. Dengan memahami konteks sejarah ini, pembaca dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang periode waktu tertentu dan memahami hubungan antara kehidupan individu dengan keadaan sekitarnya.

5. Menyajikan Sumber Penelitian

Buku biografi tokoh sejarah juga berfungsi sebagai sumber penelitian bagi para sejarawan, akademisi, dan penulis lainnya. Informasi yang terdokumentasi dengan baik dalam buku biografi dapat digunakan untuk mendalami penelitian tentang tokoh tersebut dan periode sejarah terkait. Buku biografi sering kali mencantumkan sumber-sumber referensi yang digunakan, sehingga memudahkan peneliti untuk melacak dan menggunakan sumber-sumber yang relevan.

Dengan demikian, buku biografi tokoh sejarah memiliki fungsi dan tujuan yang penting dalam menjaga sejarah, memperkenalkan tokoh-tokoh berpengaruh, memberikan inspirasi dan pembelajaran, memahami konteks sejarah, serta menyediakan sumber penelitian bagi para akademisi dan peneliti

Rekomendasi Buku Biografi Tokoh-Tokoh Penting Indonesia

 

Terbentuknya bangsa Indonesia melewati perjalanan yang panjang. Perjuangan melawan penjajah dilalui dengan mengorbankan berbagai hal baik secara fisik, psikis, dan finansial. Bebagai tokoh yang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut seperti Soekarno, Moh Hatta, Ki Hajar Dewantara, Agus Salim, Sultan Hamangkubowono ke IX, dan masih banyak lagi. Mereka bersama-sama berjuangan demi terwujudnya bangsa yang aman dari penjajahan.

Perjuangan mendirikan bangsa Indonesia, tidak hanya dilakukan pada masa penjajahan hingga hari kemerdekaan saja. Namun, perjuangan tersebut terus berlanjut hingga saat ini. Bangsa yang masih baru berdiri tidak mungkin terhindar dari konflik. Konflik internal bangsa Indonesia pun masih terus bermunculan. Terdapat beberapa tokoh yang memiliki peran penting pada masa perkembangan bangsa Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut seperti Gus Dur, BJ Habibie, Megawati Soekarno Putri, Soeharto, dan lain-lainnya.

Berikut ini rekomendasi buku-buku biografi tokoh-tokoh penting Indonesia. Buku-buku tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengenalkan para tokohnya saja, namun juga mengenalkan Indonesia dari masa ke masa.

1.  Mr Crack Dari Pare-Pare

Rekomendasi Buku Biografi Tokoh-Tokoh Penting Indonesia

Buku ini merupakan autobiografi dari BJ. Habibie. Buku ini menceritakan tentang kehidupan BJ Habibie sejak kecil hingga masa tuanya. Dalam buku ini memuat tentang perjalanan hidupnya dan berbagai pemikirannya tentang sains, teknologi, dan politik. Buku ini juga dilengkapi dengan cerita perjalanan cintanya bersama Ainun. Menurut BJ. Habibie, buku ini menjadi salah satu buku terlengkap yang menuliskan tentang biografi dirinya. Hal tersebut, dapat dilihat dari kutipan-kutipan yang dirujuk dalam buku ini.


2. Menjerat Gus Dur

Rekomendasi Buku Biografi Tokoh-Tokoh Penting Indonesia

Buku ini berisikan tentang perjalanan hidup seorang Gus Dur. Buku ini memiliki fokus pada perjalan politik Gus Dur. Mulai dari bagaimana ia menjadi pengurus PBNU hingga menjadi presiden ketiga Indonesia. Selain itu, buku ini juga mengungkapkan berbagai rahasia tentang mundurnya Gus Dur yang menjadi sebuah tanda tanya besar pada masa itu. Buku ini membukanya dengan didasari bukti-bukti yang sangat kuat.



3. Seri Buku Tempo

Rekomendasi Buku Biografi Tokoh-Tokoh Penting Indonesia

Seri Buku Tempo ini merupakan berbagai cerita tentang perjalanan tokoh-tokoh penting Indonesia. Setiap buku menceritakan perjalanan hidup seorang tokoh secara singkat. Tidak hanya memuat tentang pahlawan-pahlawan revolusioner saja, namun juga tokoh-tokoh reformasi. Seri Buku Tempo memiliki berbagai versi. Terdapat versi besar dan versi buku saku. Tidak ada perbedaan yang signifikan, namun hanya ukuran buku saja yang berbeda-beda. 

 

 

1.1

Sinopsis dan Review Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang



Judul                : Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Sutradara        : Angga Dwimas Sasongko

Tahun  Rilis     : 2023

Produksi          : Visinema

Sinopsis Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang bercerita tentang kehidupan Aurora yang merantau ke London untuk melanjutkan studinya. Perginya Aurora bukan tanpa alasan, ia ingin melarikan diri dari keluarganya yang sangat membuatnya tidak nyaman. Ia selalu merasa terasingkan saat bereda di tengah keluarganya sendiri. Hidup sendiri di London bukanlah suatu hal yang mudah. Masalah demi masalah pun harus ia hadapi sendiri.

Puncaknya yaitu ketika Aurora tidak bisa dihubungi oleh keluarganya selama dua bulan dan membuat seluruh anggota keluarganya pun khawatir. Akhirnya Angkasa dan Awan pun menyusul ke London untuk memastikan keadaan Aurora. Dan apa yang di khawatirkan oleh keluarganya pun benar bahwa Aurora sedang tidak baik-baik saja. Saat Angkasa dan Awan datang, Aurora sedang menghadapi masalah yang cukup besar. Saat itu, ia sedang berusaha bangkit dan menyelesaikan berbagai masalah yang sedang meinmpanya.

Review Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang merupakan sekuel dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Film ini disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, yang juga mensutradarai film pertama. Film ini menceritakan tentang kehidupan Aurora (Sheila Dara) yang sedang melanjutkan studinya di London. Sejak film pertama, tokoh Aurora memang banyak menarik perhatian. Karakternya yang pendiam dan tidak pernah terbuka dengan keluarganya, memunculkan tanda tanya besar di benak para penonton.

Fokus cerita dalam film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang yaitu kehidupan tokoh Aurora si anak tengah yang merasa selalu terabaikan. Film ini menunjukkan bagaimana karakter dan pemikiran Aurora yang tidak terlihat di film yang pertama. Dalam film ini, sutradara ingin menunjukkan bagaimana seorang Aurora dapat bertahan dalam berbagai masalah yang pelik. Masalah utama yang harus ia hadapi yaitu toxic relationship bersama dengan kekasihnya yaitu Jem. Hal tersebut sangat mempengaruhi eleman-elemen kehidupannya, salah satunya studi yang seharusnya sudah akan berakhir.

Kemudian, masalah semakin rumit dengan datangnya Angkasa dan Awan. Masalah yang perlahan dapat terselesaikan dengan baik, namun karena kehadiran mereka justru masalah-masalah tersebut menjadi rumit kembali. Hal tersebut membuat Aurora merasa tidak nyaman. Pada bagian-bagian tersebut, penonton mulai diajak memahami pemikiran seorang Aurora. Kita diajak memahami karakter setiap individu yang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyelesaikan masalah. Hal tersebut terlihat pada cara Aurora menyelesaikan masalah berbeda dengan Angkasa.

Alur yang digunakan dalam film ini menggunakan alur campuran, sehingga membuat penonton merasa lebih intimate dalam memahami karakter Aurora. Namun, alur campuran ini juga dapat membuat salah paham dengan Aurora. Terdapat adegan dimana Aurora menceritakan kondisinya saat ini kepada kedua saudaranya, namun dalam adegan ini Angga Dwimas Sasongko sengaja membuat kamera menampilkan ke arah lain dan membuat suara Aurora redam tak terdengar, hal ini membuat penonton menerka-nerka pembicaraan mereka, dan menilai Aurora egois karena tidak memberikan kabar kepada keluarganya di Jakarta.

Jalan cerita yang tidak teratur, membuat satu per satu pertanyaan penonton terjawab seiring berjalannya waktu. Kita baru bisa mengerti bagaimana kondisi satu persatu tokoh setelah perjalanan panjang yang rumit itu. Kemudian terdapat beberapa tokoh tambahan seperti Jem ( Ganindra Bimo) yang berperan sebagai pacar Aurora, Kit (Jerome Kurniawan) dan Honey (Lutesha)  berperan sebagai sahabat Aurora. Selain itu, latar kota London yang digambarkan oleh Angga Dwimas Sasongko berbeda dengan pada film pada biasanya. Penggambaran kota London pada film ini bukan fokus pada keindahan kota yang sering digunakan sebagai destinasi wisata, namun benar-benar menggambarkan kota London yang memiliki kehidupan yang keras.

Pada film ini, penonton diajak memahami apa arti kata pulang yang sesungguhnya. Jika dilihat dari sudut pandang Aurora, rumah bukan berarti tempat untuk pulang. Perjalanannya di London membuka pikirannya bahwa saat dirinya berada di sana ia merasa sudah pulang, karena Aurora merasa lebih diterima dan lebih nyaman pada saat berada di sekitar sahaba-sahabatnya dibandingkan harus kembali kepada keluarganya.  Hal tersebut sangat relate dengan orang-orang yang sedang merantau dan masih sering bertanya-tanya apa makna kata pulang sesungguhnya.  

Trailer Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang

 


Sinopsis dan Review Film Generasi 90an: Melankolia

Sinopsis dan Review Film Generasi 90an: Melankolia
 

Judul                     : Generasi 90an: Melankolia

Tahun                    : 2020

Sutradara               : M.Irfan Ramli

Produser                : Angga Dwimas Sasongko

Produksi                : Visinema

Sinopsis Film Generasi 90an: Melankolia

Film ini menceritakan tentang sebuah keluarga harmonis. Mereka selalu menjalani hari-hari dengan menyenangkan.  Anggota keluarga yang lengkap dan dilengkapi sahabat-sahabat yang baik.  Tokoh utama pada film ini bernama Abby diperankan oleh Ari Ilham. Ia memiliki keluarga yang lengkap yaitu Ayah (Gunawan), ibu (Marcella Zalianty), kakak bernama Indah (Aghniny Haque), dan sahabat Indah yang sudah dianggap seperti keluarga bernama Sephia (Taskya Namya). Keluarga ini merupakan gambaran sebuah keluarga yang sangat diidam-idamkan banyak orang. Banyak orang bilang, tokoh Abby merupakan orang sangat beruntung karena diberkati dengan keluarga yang sempurna.

Suatu hari, Indah (kakak Abby) memberi tahu bahwa kepada keluarganya akan mengikuti sebuah program volunter kemanusian yang ditugaskan di benua Asia-Afrika. Abby sempat menentang keputusan Indah tersebut, namun dengan berat hati tetap menerimanya. Hingga suatu hari, Indah berangkat ke Singapura untuk melakukan wawancara. Namun, petaka tiba-tiba datang. Abby dan orang tuanya pun sangat terkejut dengan peristiwa tersebut. Mereka merasa kebingungan dengan peristiwa buruk yang tiba-tiba menimpa. Alhasil keterpurukan dan kesedihan yang mereka rasakan terus berlarut-larut dalam waktu yang lama. 

Review Film Generasi 90an: Melankolia

Film ini merupakan adaptasi dari buku dangan judul Geberasi 90-an karya Marchella F.P. Film ini tayang di bioskop pada tahun 2020. Penayang sempat tertunda akibat pandemi Covid 19.

Mendengar judul filmnya saja, kita sudah bisa membayangkan bahwa film ini memiliki tema yang berkaitan dengan tahun 90-an. Film ini cukup kental dengan esensi-esensi tahun 90-an. Meskipun cerita yang diangkat berlatar tahun 2019. Esensi-esensi tersebut sangat terasa pada tone-tone warna setting yang digunakan dalam film. Selain pada tone warna setting, esensi-esensi tersebut muncul pada barang-barang yang terdapat di rumah keluarga Abby yang sangat kental dengan tahun 90-an seperti di kamar Abby terdapat poster Kurt Cobain serta poster album Green Day, Dookie. Kemudian, fashion yang digunakan para tokoh-tokoh pun masih memiliki ciri khas yang mengacu pada fashion tahun 90-an.

Cerita film diawali dengan monolog tokoh utama yaitu Abby yang menceritakan latar belakang keluarganya yang semuanya berkaitan dengan tahun 90 dan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat itu. Pada mulanya, ia bercerita tentang tahun kelahirannya yang menjadi penutup esensi tahun 90, namun pada saat ia lahir bertepatan dengan peristiwa bersejarah bagi Indonesia yaitu…. Setelah itu, ia bercerita tentang tahun pernikahan kedua orang tuanya, yang bertepatan dengan peristiwa hari ditemukannya jasad Kurt Cobain pada tahun 90. Kemudian hari kelahiran Indah (kakak Abby) yang bertepatan dengan hari kecelakaan Nike Ardila pada tahun 1998.

Pada 20 menit pertama berjalannya film masih menggambarkan keharmonisan keluarga ini. Keharmonisan tersebut digambarkan pada setiap kegiatan-kegiatan yang monoton namun menyenangkan seperti makan bersama, berlibur di pantai, dan merayakan hari ulang tahun anggota keluarga dengan sederhana namun penuh kehangatan. Hingga menit 20 berakhir, baru muncullah peristiwa yang menyedihkan yang terus berlarut. Suasana kesedihan dan kehilangan terus berlanjut hingga akhir cerita.

Kelebihan yang terdapat pada film ini yaitu penggambaran dan nuansa tahun 90 an sangatlah terasa. Hal itu menjadi sebuah keberhasilan karena terdapat kesesuaian antara judul dengan apa yang ditampilkan. Suasana-suasana yang dibangun membawa penonton bernostalgia dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di tahun 90-an. Meskipun latar 90 an hanya menjadi sebuah pemanis dan fokus cerita mengacu pada rasa sedih yang mendalam karena kehilangan Indah.

Kekurangan yang terdapat pada film ini yaitu suasana sedih yang terlalu berlarut-larut tanpa adanya pendekatan-pendekatan relegius yang bisa membantu menenangkan batin keluarga Abby dan mengikhlaskan kepergian Indah. Keikhlasan atas kepergian Indah hanya karena waktu terus berjalan tanpa adanya alasan-alasan lain. Alhasil, sulit untuk mengambil pesan yang terkandung dalam cerita film ini. Akhir yang singkat dan klise dengan tidak dipertemukannya titik yang memberi alasan untuk mengikhlaskan kepergian Indah. 

Trailer Film Generasi 90an: Melankolia



Rekomendasi Karya-Karya Syahid Muhammad yang Kental Dengan Tema Kesehatan Mental


Syahid Muhammad atau biasa dikenal dengan Iid, merupakan salah satu penulis Indonesia yang memiliki karya-karya yang unik. Sebagian besar karya-karyanya mengangkat isu-isu tentang kesehatan mental. Isu-isu kesehatan mental tersebut dipadukan dengan cerita-cerita yang bertemakan romansa. Atau bahkan juga dipadukan dengan prosa, puisi, dan esai. Isu kesehatan mental menjadi tema pokok dalam setiap karyanya, karena didasarkan dengan latar belakang dirinya. Iid pernah mengalami mental illness yaitu anxiety disorder atau gangguan kecemasan pada masa lalu. Menulis karya menjadi sebuah media yang digunakan untuk menyembuhkan mental iilnes tersebut. Selain itu, ia juga merasa resah dengan isu-isu kesehatan mental yang masih di pandang sebelah mata oleh masyarakat. Hal-hal tersebut menjadi alasan utama mengapa Iid sangat concern dengan isu-isu kesehatan mental dalam setiap karyanya.

Berikut ini karya-karya Syahid Muhammad atau Iid yang mengangkat tema pokok isu-isu kesehatan mental;

1.   Kala (2017)

Rekomendasi novel karya Syahid Muhammad

Kala merupakan novel pertama Syahid Muhammad yang berkolaborasi dengan Stefani Bella. Novel ini terbit pada tahun 2017. Terbitnya novel ini menjadi penanda debutnya Syahid Muhammad sebagai penulis sastra di Indonesia. Novel ini bercerita tentang sepasang kekasih bernama Saka dan Lara. Keduanya memiliki latar belakang yang sangat berbeda, mulai dari pekerjaan dan latar belakang kehidupannya. Mereka harus menghadapi berbagai macam rintangan dan salah satu masalah yang muncul disebabkan karena latar belakang yang sangat berbeda tersebut.

2.      Amor Fati (2017)

Rekomendasi novel karya Syahid Muhammad

Amor Fati merupakan sekuel atau lanjutan dari novel Kala. Masih sama bercerita tentang sepasan kekasih Saka dan Lara. Permasalahan semakin kompleks dengan datangnya beberapa orang baru. Hal tersebut menjadi sebuah pembuktian, seberapa kuat cintai keduanya.

3.      Egosentris (2018)

Rekomendasi novel karya Syahid Muhammad

Egosentris merupakan novel ketiga Syahid Muhammad. Novel ini terbit pada tahun 2018. Novel ini bercerita tentang tiga sahabat yang memiliki karakter yang berbeda antara satu dengan yang lain. Ketiga sahabat itu adalah Fatih, Saka, dan Fana. Persahabatan ini sangat unik, berbeda dengan persahabatan lainnya. Meskipun sama-sama saling mengenal, namun mereka memiliki rahasia-rahasi masa lalu yang saling mereka tutupi.  

4.      Paradigma (2018)

Rekomendasi novel karya Syahid Muhammad

Novel keempat Syahid Muhammad berjudul Paradigma. Novel ini terbit pada tahun 2018. Novel Paradigma bercerita tentang pemuda bernama Rana yang memiliki kehidupan yang tidak biasa. Kesedihan, penderitaan, air mata, kehilangan, dan kerinduan merupakan sebuah rasa yang biasa ia hadapi. Rana digambarkan sebagai pribadi yang menderita mental disorder. Salah satu mental illness yang memiliki kondisi pada suatu waktu tertentu ia bisa berubah menjadi sosok tertentu.

5.      Saddha (2019)

Rekomendasi novel karya Syahid Muhammad

Saddha karya kelima Syahid Muhammad yang terbit pada tahun 2019. Karya ini bukan termasuk novel tetapi sebuah prosa yang menceritakan kehidupan penulis yaitu Iid. Sudut pandang yang digunakan yaitu sudut pandang orang pertama yaitu aku (penulis). Penulis bercerita tentang kehidupan yang laluinya, seperti bagaimana kehidupan yang ia lalui di masa lalu, pemikiran-pemikirannya tentang kehidupan, hubungannya dengan orang lain seperti teman, keluarga, tau bahkan kekasihnya, dan bagaimana hubungannya dengan Tuhan. 

6.      Kamu Gak Sendiri: Kamu Lagi Terbentuk (2019)

Rekomendasi novel karya Syahid Muhammad

Karya keenam Syahid Muhammad ini memiliki nuansa yang berbeda dengan buku-bukunya yang lain. Kamu Gak Sendiri: Kamu Lagi Terbentuk merupakan buku self improvement yang diangkat dari pengalaman hidupnya. Buku ini membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan perasaan cemas, resah, adanya serangan panic, kekuatan yang besar, kondisi mental, perundungan, dan berbagai keresahan lainnya. Penulis ingin mengekspresiakn apa yang pernah ia rasakan.

7.      25 Jam (2019)

Rekomendasi novel karya Syahid Muhammad

25 Jam merupakan karya Syahid Muhammad yang ketujuh. Novel ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Syahid Muhammad dan Stefani Bella. Novel ini menjadi hasil kolaborasi mereka yang ketiga.  Novel ini bercerita tentang tokoh bernama Abimana dan Azalea. Kedua orang memiliki kisah yang berbeda kemudian dipertemukan pada sebuah perjalanan. Mereka sama-sama berada pada situasi mencari sebuah rumah yang nyaman sesungguhnya. Dan pada akhirnya mereka dipertemukan dan bersama-sama mencari jawaban atas pertanyaan masing-masing. 

8.      Duduk Dulu: Jangan Lupa Jadi Manusia (2021)

Rekomendasi novel karya Syahid Muhammad

Duduk Dulu: Jangan Lupa Jadi Manusia merupakan sebuah esai dan prosa tentang memahami arti duduk. Pada buku ini, Iid memberi pengertian tentang kegiatan duduk. Duduk dapat dianalogikan dengan berbagai macam seperti mengintrospeksi diri dan mengenal diri sendiri. Buku ini terbit pada tahun 2021 dan merupakan buku kedelapan Syahid Muhammad.

9.      Manusia dan Badainya (2022)

Rekomendasi novel karya Syahid Muhammad

Manusia dan Badainya merupakan karya terbaru Syahid Muhammad yang terbit pada tahun 2022. Novel ini menceritakan tentang tokoh bernama Janu yang sedari remaja memiliki kecemasan dan keresahan yang sangat berlebih sehingga mengakibatkan dirinya mengalami anxiety disorder. Kecemasan dan keresahan tersebut hadir karena faktor keluarganya sendiri. Setelah tumbuh dewasa, ia bertemu dengan berbagai orang dan salah satunya kedua sahabatnya. Mereka sama-sama memiliki keresahan dan kecemasan. Mereka bertiga hidup bersama dengan  saling berbagi rasa dan saling menguatkan.